Tiga Petinju yang Berpotensi Menyeberang ke UFC
Kamis, 14 Mei 2020 - 08:04 WIB
loading...
Petinju kelas berat Inggris Dereck Chisora berpotensi menyeberang ke UFC/Foto/Guardian
A
A
A
LONDON - Dunia Ultimate Fighting Championship ( UFC ) menarik sejumlah petinju untuk menggelutinya. Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah petinju yang mempertimbangkan kemungkinan untuk pindah ke pertarungan mix martial arts ( MMA ), juga sebaliknya, banyak petarung seni bela diri campuran yang memasuki olahraga tinju.
Euforia dan kegilaaan pertemuan dua cabang olahraga adu jotos tercipta pada 2017, ketika superstar UFC asal Irlandia Conor McGregor meladeni jawara tinju kelas welter tak terkalahkan Floyd Mayweather dalam duel di atas ring dengan aturan tinju. (Baca juga: Mayweather: Karier Saya Memuaskan, Saya Tak Perlu Bertarung Lagi ).
Mayweather menang TKO ronde ke-10 dari 12 ronde yang direncanakan di T-Mobile Arena, Paradise, Nevada, AS, 26 Agustus 2017. Tontonan itu membuat rekor dalam pembelian pay per view (PPV) dengan menghasilkan lebih dari 4 juta pembelian PPV yang merupakan angka tertinggi kedua dalam sejarah olahraga pertarungan.
Mayweather mengklaim mendapatkan USD300 juta (Rp4,4 triliun) untuk pertarungan tersebut, sedangkan McGregor mengklaim membawa pulang hampir USD100 juta (Rp1,4 triliun). Bayaran yang menggiurkan itu membuat sejumlah petinju dan pertarung UFC mulai membuka tantangan.
Mantan juara tinju kelas penjelajah WBC Tony Bellew mengungkapkan ada beberapa petinju yang berpotensi melakukan loncatan ke Octagon (arena bertanding UFC) dan dapat melakukannya dengan baik.
Euforia dan kegilaaan pertemuan dua cabang olahraga adu jotos tercipta pada 2017, ketika superstar UFC asal Irlandia Conor McGregor meladeni jawara tinju kelas welter tak terkalahkan Floyd Mayweather dalam duel di atas ring dengan aturan tinju. (Baca juga: Mayweather: Karier Saya Memuaskan, Saya Tak Perlu Bertarung Lagi ).
Mayweather menang TKO ronde ke-10 dari 12 ronde yang direncanakan di T-Mobile Arena, Paradise, Nevada, AS, 26 Agustus 2017. Tontonan itu membuat rekor dalam pembelian pay per view (PPV) dengan menghasilkan lebih dari 4 juta pembelian PPV yang merupakan angka tertinggi kedua dalam sejarah olahraga pertarungan.
Mayweather mengklaim mendapatkan USD300 juta (Rp4,4 triliun) untuk pertarungan tersebut, sedangkan McGregor mengklaim membawa pulang hampir USD100 juta (Rp1,4 triliun). Bayaran yang menggiurkan itu membuat sejumlah petinju dan pertarung UFC mulai membuka tantangan.
Mantan juara tinju kelas penjelajah WBC Tony Bellew mengungkapkan ada beberapa petinju yang berpotensi melakukan loncatan ke Octagon (arena bertanding UFC) dan dapat melakukannya dengan baik.
Lihat Juga :