Matteo Restivo Atlet Profesional Pertama Asal Italia Disuntik Vaksin Covid-19

loading...
Matteo Restivo Atlet Profesional Pertama Asal Italia Disuntik Vaksin Covid-19
Matteo Restivo saat disuntik vaksin covid-19./foto/instagram

MILAN - Nama Matteo Restivo sedang menjadi perbincangan. Atlet muda kelahiran 1994 itu baru saja mendapat suntikan vaksin covid-19 . Menjadi perhatian karena Restivo mejadi atlet profesional pertama Italia yang mendapatkan vaksin tersebut. Dia disuntik karena statusnya sebagai mahasiswa Kedokteran danBedah.

Lahir di Udine, Restivo adalah pemegang rekor Italia untuk 200 gaya punggung dan peraih medali Eropa. Dalam kesempatan itu, dia membagikan pengalamannya di laman media sosial instagram dan langsung mendapatkan ribuan like hanya dalam beberapa menit. Langkah Restivo mungkin bisa menjadi efek domino karena di Italia sendiri memang masih ada perdebatan tentang perlu tidaknya vaksin. (Baca Juga: Absen Lawan Juventus, Zlatan Ibrahimovic Ditegur Pelatih Milan )

"5 Januari 2021. Saya akhirnya bisa bernapas lega, mungkin yang terhebat dalam hidup saya. Vaksin anti-COVID menandai akhir dari masa ketidakpastian, kecemasan, dan ketakutan yang mengerikan ini. Vaksinasi adalah isyarat penting tidak hanya untuk diri Anda sendiri tetapi juga untuk semua orang di sekitar kita. Jadi, ketika tiba giliran Anda, jangan ragu! TERIMA KASIH @unifirenze telah memberikan kesempatan ini ? juga kami sarjana Kedokteran (mengingat kehadiran kami di bangsal untuk magang / tesis)," tulisnya di akun instagramnya dikutip dari corrieredellosport.

Pemerintah Italia telah memulai program vaksin covid-19. Pemerintah mendapatkan vaksinnya melalui program pengadaan Uni Eropa dan sudah mendapatkan izin dari badan kesehatan dunia. Disebutkan, pemerintah Italia melakukan pengadaan vaksin dari AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sanofi, Pfizer, CureVac dan Moderna. Ada beberapa tahapan masyarakat yang mendapatkan vaksin. Prioritas pertama adalah dokter dan petugas kesehatan yang jumlahnya sekitar 1,4 juta orang.



Setelah itu, orang tua penghuni panti jompo yang berjumlah lebih dari 570.000 orang. Warga yang berusia di atas 80 akan menjadi target vaksinasi yang berikutnya, diikuti mereka yang berusia antara 60 dan 79 tahun serta mereka yang menderita setidaknya satu penyakit kronis. Program ini sendiri tidak diwajibkan untuk masyarakat. Meski begitu, pemerintah Italia sedang berusaha bagaimana caranya agar program tersebut bisa diikuti secara luas.

Apalagi, Italia menjadi negara pertama Eropa yang mendapatkan dampak paling besar dari kasus covid-19. Sehingga, pemerintah merasa perlu bergerak cepat untuk mengendalikan virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China tersebut. "Akhirnya ada cahaya di ujung terowongan. Vaksin akan dibagikan kepada semua orang Italia secara gratis," kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza
(ruf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top