Ini Nama Delapan Pebulutangkis Indonesia yang Dihukum BWF
Jum'at, 08 Januari 2021 - 15:42 WIB
loading...
Ini Nama Delapan Pebulutangkis Indonesia yang Dihukum BWF
A
A
A
KUALA LUMPUR - Federasi bulu tangkis dunia (BWF) menjatuhkan hukuman berat kepada delapan pebulutangkis Indonesia lantaran terlibat dalam pengaturan pertandingan atau match fixing. Kasus ini terkuak setelah BWF melakukan penyelidikan dari laporan whistleblower.
"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal, dan berkompetisi di kompetisi internasional level bawah sebagian besar di Asia hingga 2019, melanggar Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan atau taruhan bulu tangkis," tulis BWF dalam pernyataannya Jumat (8/1/2021).
Baca juga : Delapan Pebulutungkis Indonesia Diskors BWF Akibat Match Fixing
Dalam rilisnya, BWF menyatakan jika kasus ini berawal dari laporan pada September 2017 lalu yang menyebutkan dugaan match fixing pada New Zealand Open 2017. Pelanggaran serupa juga diduga terjadi pada Scottish Open 2015 dan US Open 2017.
Kedelapan pemain sudah menjalani skorsing sejak Januari 2020 hingga keputusan dibuat melalui panel dengar pendapat independen. Hasilnya, tiga dari mereka diketahui telah mengoordinasikan dan mengatur pemain lain agar terlibat. Sebagai hukuman, mereka diskors dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis seumur hidup.
"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal, dan berkompetisi di kompetisi internasional level bawah sebagian besar di Asia hingga 2019, melanggar Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan atau taruhan bulu tangkis," tulis BWF dalam pernyataannya Jumat (8/1/2021).
Baca juga : Delapan Pebulutungkis Indonesia Diskors BWF Akibat Match Fixing
Dalam rilisnya, BWF menyatakan jika kasus ini berawal dari laporan pada September 2017 lalu yang menyebutkan dugaan match fixing pada New Zealand Open 2017. Pelanggaran serupa juga diduga terjadi pada Scottish Open 2015 dan US Open 2017.
Kedelapan pemain sudah menjalani skorsing sejak Januari 2020 hingga keputusan dibuat melalui panel dengar pendapat independen. Hasilnya, tiga dari mereka diketahui telah mengoordinasikan dan mengatur pemain lain agar terlibat. Sebagai hukuman, mereka diskors dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis seumur hidup.
Lihat Juga :