Iannone Buka Suara Terkait Pembatalan Skorsing Doping Juara Olimpiade dari Italia

loading...
Iannone Buka Suara Terkait Pembatalan Skorsing Doping Juara Olimpiade dari Italia
Keputusan pengadilan Italia terhadap pembatalan skorsing kepada juara olimpiade jalan cepat asal Italia Alex Schwazer, ternyata membuat rider MotoGP, Andrea Iannone buka suara. MotoGP
MILAN - Keputusan pengadilan Italia terhadap pembatalan skorsing kepada juara olimpiade jalan cepat asal Italia Alex Schwazer, ternyata membuat rider MotoGP , Andrea Iannone buka suara. Menurutnya, situasi itu tentu membuat atlet mengalami kerugian karena adanya sistem yang belum jelas dari hasil tes doping.

Baca Juga: LCR Honda Pamerkan Kuda Besi Alex Marquez, Tambah Corak Baru

Schwazer sempat dinyatakan positif menggunakan doping beberapa minggu sebelum Olimpiade 2016. Dia pun membantah dan mengajukan banding atas kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sayangnya, pengadilan membatalkan banding dan membuatnya mendapatkan skorsing selama 8 tahun hingga 7 Juli 2024.

Usai beberapa tahun, kasus Schwazer kembali dibuka. Hakim investigasi Pengadilan Bolzano ternyata memutuskan bahwa sang atlet tidak bersalah menggunakan doping. Bahkan, mereka juga mengkritik keras anti doping dunia (WADA) dan Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), yang menuduh bertindak sesuka diri dan mengubah sampel urin dari atlet jalan cepat asal Tyrolean Selatan itu.



Kondisi ini tentu menjadi perhatian Iannone, yang dijatuhi hukuman empat tahun setelah diskualifikasi oleh CAS, tepatnya atas rekomendasi WADA. “Situasi ini telah terjadi selama beberapa waktu dan karena itu sistem ini harus dihentikan demi kebaikan para atlet, yang telah melakukan upaya fisik dan mental seumur hidup tanpa dikotori,” katanya, dikutip situs resmi MotoGP.

Bahkan, Iannone juga tak segan mengatakan ada mafia dalam olahraga di dalam olahraga itu sendiri. “Tentu saja ada atlet yang menggunakan narkoba dan lainnya tidak. Memang benar yang pertama dihukum, sedangkan yang kedua tidak adil membayar hanya karena sekarang mafia dalam olahraga lebih besar dari olahraga itu sendiri. Sistem ini sangat menyebalkan,” ucap Iannone.

Sebelumnya, Schwazer pernah menjalani larangan tiga setengah tahun karena dites positif mengidap blood booster erythropoietin (EPO) jelang Olimpiade London 2012. Bahkan, dia tidak membantah hasil tes itu. Sekarang, Schwazer sedang menjalani latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Tokyo mendatang.



Baca Juga: Ibu Valentino Rossi Percaya, Anaknya Masih Mampu Berprestasi di MotoGP

“Saya ingin mengakhiri karir saya seperti yang saya inginkan, bukan seperti yang diinginkan orang lain,” ungkap Schwazer.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top