10 Besar Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia: Erick Thohir Digantikan Bos China
Jum'at, 26 Februari 2021 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
7) Stan Kroenke - Arsenal
Nama lain yang cukup umum dibawa dalam sepak bola Inggris. Stan Kroenke, 73, adalah pebisnis Amerika yang perlahan-lahan meningkatkan kendali atas The Gunners sejak awalnya menjadi direktur pada 2008. Dia bukan sosok yang sangat populer di kalangan penggemar Arsenal karena penantian mereka untuk gelar Liga Premier pertama sejak 2004 terus berlanjut.
Baca Juga: Geger Kerajaan Ganja Mike Tyson: Ada Kampus, Hotel, Raup Rp9,5 Miliar!
Selain The Gunners, Kroenke juga memiliki sejumlah tim olahraga lainnya termasuk Los Angeles Rams dari NFL, Denver Nuggets dari NBA, Colorado Avalanche dari NHL dan Colorado Rapids dari Major League Soccer.
8) Nasser Al-Khelaifi - Paris Saint-Germain
Pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi mulai sebagai pemain tenis dan mencapai peringkat 995 dunia tetapi dia tidak pernah memenangkan gelar utama. Sejak pensiun pada tahun 2004, Al-Khelaifi mengukir namanya sebagai salah satu orang terkuat di sepak bola Prancis. Dia juga memiliki sejumlah usaha penting lainnya termasuk menjadi ketua beIN Media Group dan wakil presiden Federasi Tenis Asia untuk Asia Barat.
9) Zhang Jindong - Inter Milan
![10 Besar Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia: Erick Thohir Digantikan Bos China]()
Banyak yang mungkin belum pernah mendengar tentang Zhang Jindong, pria yang tampaknya akan membawa Inter Milan meraih gelar Serie A pertama mereka dalam 11 tahun musim ini. Jindong terkenal sebagai salah satu pendiri dan pemegang saham terbesar saat ini situs web China Suning.com. Putranya Zhang Kangyang adalah anggota dewan di Inter. Jindong menggantikan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir untuk mengelola Inter Milan.
10) Robert Kraft - New England Revolution
Robert Kraft terkenal di kalangan penggemar NFL sebagai pemilik New England Patriots yang sangat sukses. Patriots memenangkan enam Super Bowl sejak 2002, dipelopori oleh Tom Brady tetapi didukung secara finansial oleh Kraft. Selain eksploitasi sepak bola Amerika, pria berusia 79 tahun itu juga pemilik New England Revolution, sebuah franchise MLS. Mereka finis kedelapan di Wilayah Timur MLS pada kampanye 2020-21
Nama lain yang cukup umum dibawa dalam sepak bola Inggris. Stan Kroenke, 73, adalah pebisnis Amerika yang perlahan-lahan meningkatkan kendali atas The Gunners sejak awalnya menjadi direktur pada 2008. Dia bukan sosok yang sangat populer di kalangan penggemar Arsenal karena penantian mereka untuk gelar Liga Premier pertama sejak 2004 terus berlanjut.
Baca Juga: Geger Kerajaan Ganja Mike Tyson: Ada Kampus, Hotel, Raup Rp9,5 Miliar!
Selain The Gunners, Kroenke juga memiliki sejumlah tim olahraga lainnya termasuk Los Angeles Rams dari NFL, Denver Nuggets dari NBA, Colorado Avalanche dari NHL dan Colorado Rapids dari Major League Soccer.
8) Nasser Al-Khelaifi - Paris Saint-Germain
Pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi mulai sebagai pemain tenis dan mencapai peringkat 995 dunia tetapi dia tidak pernah memenangkan gelar utama. Sejak pensiun pada tahun 2004, Al-Khelaifi mengukir namanya sebagai salah satu orang terkuat di sepak bola Prancis. Dia juga memiliki sejumlah usaha penting lainnya termasuk menjadi ketua beIN Media Group dan wakil presiden Federasi Tenis Asia untuk Asia Barat.
9) Zhang Jindong - Inter Milan

Banyak yang mungkin belum pernah mendengar tentang Zhang Jindong, pria yang tampaknya akan membawa Inter Milan meraih gelar Serie A pertama mereka dalam 11 tahun musim ini. Jindong terkenal sebagai salah satu pendiri dan pemegang saham terbesar saat ini situs web China Suning.com. Putranya Zhang Kangyang adalah anggota dewan di Inter. Jindong menggantikan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir untuk mengelola Inter Milan.
10) Robert Kraft - New England Revolution
Robert Kraft terkenal di kalangan penggemar NFL sebagai pemilik New England Patriots yang sangat sukses. Patriots memenangkan enam Super Bowl sejak 2002, dipelopori oleh Tom Brady tetapi didukung secara finansial oleh Kraft. Selain eksploitasi sepak bola Amerika, pria berusia 79 tahun itu juga pemilik New England Revolution, sebuah franchise MLS. Mereka finis kedelapan di Wilayah Timur MLS pada kampanye 2020-21
(aww)
Lihat Juga :