Berubah Status Jadi Pria, Torehan Aprilia Manganang sebagai Pevoli Putri Tetap Aman
Jum'at, 12 Maret 2021 - 12:05 WIB
loading...
Aprilia Manganang bisa bernafas lega terkait prestasinya di bola voli putri setelah statusnya diubah menjadi pria. Dia kini tidak perlu khawatir gelarnya akan dicabut. Foto: indtagram
A
A
A
JAKARTA - Aprilia Manganang bisa bernafas lega terkait prestasinya di bola voli putri setelah statusnya diubah menjadi pria. Dia kini tidak perlu khawatir gelar yang telah diraih, terutama di tingkat nasional akan dicabut.
Baca Juga: Tunggal Putri Absen di All England 2021
Ketua III Bidang Kompetisi dan Pertandingan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Hanny S. Surkatty menyatakan prestasi nasional Aprilia sebagai pevoli putri tidak akan hilang. Itu menjawab pertanyaan tentang gelarnya ketika masih aktif setelah dinyatakan sebagai pria.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menyatakan Aprilia sebagai laki-laki sejati. Dijelaskan bahwa Aprilia mengidap kelainan langka sedari kecil, yaitu Hipospadia, yang menyebabkan kekeliruan tentang jenis kelaminnya.
Hipospadia merupakan kondisi langka ketika lubang pipis penis tidak berada di ujung, tetapi bawah. Kebanyakan kelainan ini tidaklah parah. Akan tetapi, kasus Aprilia termasuk dalam kategori 10 persen yang serius sehingga butuh penanganan khusus pula.
Baca Juga: Tunggal Putri Absen di All England 2021
Ketua III Bidang Kompetisi dan Pertandingan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Hanny S. Surkatty menyatakan prestasi nasional Aprilia sebagai pevoli putri tidak akan hilang. Itu menjawab pertanyaan tentang gelarnya ketika masih aktif setelah dinyatakan sebagai pria.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menyatakan Aprilia sebagai laki-laki sejati. Dijelaskan bahwa Aprilia mengidap kelainan langka sedari kecil, yaitu Hipospadia, yang menyebabkan kekeliruan tentang jenis kelaminnya.
Hipospadia merupakan kondisi langka ketika lubang pipis penis tidak berada di ujung, tetapi bawah. Kebanyakan kelainan ini tidaklah parah. Akan tetapi, kasus Aprilia termasuk dalam kategori 10 persen yang serius sehingga butuh penanganan khusus pula.
Lihat Juga :