Mengenang Albert Papilaya, si Pemilik Jotosan Keras, Sahabat Oscar De La Hoya
Minggu, 18 April 2021 - 12:31 WIB
loading...
Albert Papilaya meninggal dunia pada, Minggu (18/4/2021) di Ternate, Maluku Utara/Foto/Kemenpora
A
A
A
JAILOLO - Dunia tinju Indonesia kehilangan sosok legendaris. Mantan petinju Albert Papilaya meninggal dunia pada, Minggu (18/4/2021) di Ternate, Maluku Utara. Albert pernah tampl di Olimpiade, dan menariknya tak banyak yang mengetahui jika dia berteman dengan legendaris tinju dunia Oscar De La Hoya.
Perkenalan Albert Papilaya dengan petinju Amerika Serikat (AS), Oscar De La Hoya saat tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu, dia berkenalan dan mulai berteman dengan Oscar De La Hoya, petinju Amerika Serikat (AS) berbakat yang dijuluki The Golden Boy.
Baca juga: Legendaris Tinju Indonesia Albert Papilaya Meninggal Dunia
De La Hoya menjadi promotor tinju terkenal dengan bendera The Golden Boy Promotion. Karena postur dan gaya bertinju serta pukulan tangan kanan yang keras selama tampil di Olimpiade, Albert sempat diajak bersama De la Hoya untuk berkarier tinju pro di Amerika.
Pihak promotor menganggap dunia tinju Indonesia kurang berkembang. Berkarier di AS pun menjadi slaah satu pintu menuju kesuksesan. Sayang, tawaran itu pada akhirnya harus ditolak oleh Albert Papilaya.
Perkenalan Albert Papilaya dengan petinju Amerika Serikat (AS), Oscar De La Hoya saat tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu, dia berkenalan dan mulai berteman dengan Oscar De La Hoya, petinju Amerika Serikat (AS) berbakat yang dijuluki The Golden Boy.
Baca juga: Legendaris Tinju Indonesia Albert Papilaya Meninggal Dunia
De La Hoya menjadi promotor tinju terkenal dengan bendera The Golden Boy Promotion. Karena postur dan gaya bertinju serta pukulan tangan kanan yang keras selama tampil di Olimpiade, Albert sempat diajak bersama De la Hoya untuk berkarier tinju pro di Amerika.
Pihak promotor menganggap dunia tinju Indonesia kurang berkembang. Berkarier di AS pun menjadi slaah satu pintu menuju kesuksesan. Sayang, tawaran itu pada akhirnya harus ditolak oleh Albert Papilaya.
Lihat Juga :