Amel dan Anabel, Atlet Biliar Kakak Beradik: Menjaga Prestasi di Tengah Pandemi
Minggu, 25 April 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
“Di situ saya berangkat dengan mama dan ayah. Biaya full sendiri. Alhamdulillah dapat penginapan dan transportasi buat hotel ke tempat pertandingan. Kita berangkat dari rumah naik kereta ekonomi sampai Jakarta kita sampai jam 2 subuh. Di situ kita nunggu jam 5 harus tidur di stasiun Pasar Senen dan karena kita taunya check in hotel jam 12 kita menunggu di stadion Gelora Bung Karno tiduran di emperan lalu jam 11 berangkat menuju hotel. Di situ alhamdulillah mendapatkan 2 medali emas dan dapat peraih medali emas terbanyak nomer tiga.”
Anabel mengatakan almarhum ayah mereka juga selalu berpesan agar mereka pantang menyerah. Salah satu pesan yang selalu diingat Anabel, sang ayah mengayakan kalau tertinggal skor, tidak boleh langsung menyerah karena itu belum kalah.
“Waktu kejurnas pertama di Cikarang dengan ketinggalan skor 6 0 , lawan dapat nilai 6 dan sedangkan mencari 7 kemenangan dan saya balik dengan skor 7 6 di 8 besar, dan mendapatkan perak di Kejurnas 2017. “ Anabel mengenang petuah sang ayah yang selalu menjadi pegangan.
Perjalanan masih panjang. Perjuangan belum tuntas. Peluang luas membentang. Mereka tidak pernah ragu melangkah. Hal itu karena peran ibu mereka Mona Johan yang kini meneruskan tugas sang ayah mendampingi kedua atlet muda kakak beradik ini.
“Bisa sering bersama mereka di saat berlatih dan bertanding di dalam dan luar kota, dan mereka adalah anak-anak penurut dan mudah dibimbing dan diarahkan yang baik. Cita-cita kami , saya dan mendiang ayahnya, mereka bisa menjadi atlet Pelatnas.” Demikian ucap Mona Johan.
Amel dan Anabel menepis pandangan negatif sebagian orang terhadap biliar.
“Tidak sama sekali. Bersyukur saya kenal semua orang biliar yang baik dan tidak membawa pengaruh negatif ke saya. Semua memberi dukungan ke saya dan adek saya” Demikian tegas Amel.
“Tidak semua nya negatif, tetapi bagaimana cara kita merubah itu menjadi hal positif,” Anabel mendukung pernyataan kakaknya.
Anabel mengatakan almarhum ayah mereka juga selalu berpesan agar mereka pantang menyerah. Salah satu pesan yang selalu diingat Anabel, sang ayah mengayakan kalau tertinggal skor, tidak boleh langsung menyerah karena itu belum kalah.
“Waktu kejurnas pertama di Cikarang dengan ketinggalan skor 6 0 , lawan dapat nilai 6 dan sedangkan mencari 7 kemenangan dan saya balik dengan skor 7 6 di 8 besar, dan mendapatkan perak di Kejurnas 2017. “ Anabel mengenang petuah sang ayah yang selalu menjadi pegangan.
Perjalanan masih panjang. Perjuangan belum tuntas. Peluang luas membentang. Mereka tidak pernah ragu melangkah. Hal itu karena peran ibu mereka Mona Johan yang kini meneruskan tugas sang ayah mendampingi kedua atlet muda kakak beradik ini.
“Bisa sering bersama mereka di saat berlatih dan bertanding di dalam dan luar kota, dan mereka adalah anak-anak penurut dan mudah dibimbing dan diarahkan yang baik. Cita-cita kami , saya dan mendiang ayahnya, mereka bisa menjadi atlet Pelatnas.” Demikian ucap Mona Johan.
Amel dan Anabel menepis pandangan negatif sebagian orang terhadap biliar.
“Tidak sama sekali. Bersyukur saya kenal semua orang biliar yang baik dan tidak membawa pengaruh negatif ke saya. Semua memberi dukungan ke saya dan adek saya” Demikian tegas Amel.
“Tidak semua nya negatif, tetapi bagaimana cara kita merubah itu menjadi hal positif,” Anabel mendukung pernyataan kakaknya.
(sha)
Lihat Juga :