Amel dan Anabel, Atlet Biliar Kakak Beradik: Menjaga Prestasi di Tengah Pandemi

loading...
Amel dan Anabel, Atlet Biliar Kakak Beradik: Menjaga Prestasi di Tengah Pandemi
Emilia Putri Rahmanda dan Annabella Putri Yohana giat berlatih sambil menjalankan ibadah puasa Ramadan/Foto/dok SINDOnews
JAKARTA - Dua bersaudara Emilia Putri Rahmanda dan Annabella Putri Yohana tergolong keluarga yang hebat. Amel -sapaan Amelia- dan Anabel -panggilan akrab Annabella- memiliki hobi olahraga yang sama: biliar . Keduanya sama-sama berpretasi.

Atlet biliar kakak beradik dari Pasuruan, Jawa Timur, itu giat berlatih sambil menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dalam latihan, mereka juga tetap disiplin menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Pulih dari Cedera Paha, Gregoria Siap Ramaikan Malaysia Open 2021

Amel masih berusia 21 tahun, sedangkan Anabel 16 tahun. Tapi, soal prestasi juara, mereka sudah mengoleksi banyak gelar. Mereka pernah menjuarai sejumlah kompetisi di tingkat junior. Bahkan sang kakak, Amel pernah merebut medali emas di Kejuaran Nasional pada tahun 2015.



Mereka, atlet biliar harapan Indonesia di masa depan. Amel mengatakan akan terus berjuang mewujudkan impiannya menjadi atlet nasional dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat cabang olahraga biliar.

Baca juga: Penampakan Perdana Tiger Woods Pakai Kruk Pasca Kecelakaan Maut

Tak heran bila di tengah pandemi dan di bulan puasa ini pun mereka tetap rutin berlatih. Mereka tidak ingin sekedar melewati masa pandemi ini, tetapi bertekad mengisinya dengan latihan rutin untuk menjaga prestasi.

Memang tidak mudah berlatih di antara kewajiban menjalankan puasa dan keharusan menjaga protokol kesehatan. Tapi nyatanya mereka tetap berlatih 5 hari seminggu kecuali Sabtu dan mInggu, jam 15.00 sampai jam 17.00 dan selesai beribadah Taraweh jam 20.00 sampai 22.00.

Baca juga: Tolong, Hargai Keputusan Valentino Rossi!

Latihan harus lebih giat karena sudah lebih dari satu tahun sejak corona merebak mereka tidak lagi mengikuti turnamen. Praktis hampir tidak ada turnamen, selain mereka memang membatasi mobilitas.



Mereka menceritakan betapa besar andil orang tua khususnya almarhum ayah mereka, Johan Suhartono atas perjalanan prestasi mereka di cabang biliar ini.

Amel diperkenalkan pada biliar oleh almarhum ayahnya ketika ia masih berusia 9 tahun atau saat kelas 3 SD. Anabel dilatih biliar saat kelas 2 SD. Ayah mereka memiliki usaha rumah biliar sehingga memudahkan mereka mengenal dan menekuni permainan ini.

Amel tentu saja lebih dahulu berkiprah dan terjun di berbagai kejuaraan. Sang adik Anabel mengaku semakin tertarik kepada biliar ketika melihat sang kakak mulai sering menjadi juara dan menerima hadiah.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top