Amel dan Anabel, Atlet Biliar Kakak Beradik: Menjaga Prestasi di Tengah Pandemi
Minggu, 25 April 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tolong, Hargai Keputusan Valentino Rossi!
Latihan harus lebih giat karena sudah lebih dari satu tahun sejak corona merebak mereka tidak lagi mengikuti turnamen. Praktis hampir tidak ada turnamen, selain mereka memang membatasi mobilitas.
Mereka menceritakan betapa besar andil orang tua khususnya almarhum ayah mereka, Johan Suhartono atas perjalanan prestasi mereka di cabang biliar ini.
Amel diperkenalkan pada biliar oleh almarhum ayahnya ketika ia masih berusia 9 tahun atau saat kelas 3 SD. Anabel dilatih biliar saat kelas 2 SD. Ayah mereka memiliki usaha rumah biliar sehingga memudahkan mereka mengenal dan menekuni permainan ini.
Amel tentu saja lebih dahulu berkiprah dan terjun di berbagai kejuaraan. Sang adik Anabel mengaku semakin tertarik kepada biliar ketika melihat sang kakak mulai sering menjadi juara dan menerima hadiah.
Amel mengatakan sosok almarhum ayahnya sebagai orang yang sangat gigih membimbing mereka untuk menjadi pebiliar berprestasi. Sebelum meninggal pada 2017, ayah mereka berpesan, “Ayah gak bisa ninggalin harta tapi ayah bisa ninggalin ilmu billiar ini buat masa depan kamu.” Demikian Amel meniru ucapan sang ayah.
Dari sang ayah juga mereka menjadi percaya biliar dapat menjadi jalan mengejar prestasi dan kebanggaan juga jalan menuju masa depan. Ayah mereka bukan sekedar memberi petuah tetapi terjun melatih dan mendampingi kemanapun mereka mengikuti lomba.
Salah satu perjalanan paling diingat dan mengesankan, ketika Amel mengikuti Kajuaraan Nasional di Jakarta pada 2015. Berangkat dari Surabaya dengan kereta api kelas ekonomi, tidur di stasiun dan emperan stadion Gelora Bung Karno di Senayan. Tetapi berkat suport total dari orang tua Amel berhasil menjadi juara.
Latihan harus lebih giat karena sudah lebih dari satu tahun sejak corona merebak mereka tidak lagi mengikuti turnamen. Praktis hampir tidak ada turnamen, selain mereka memang membatasi mobilitas.
Mereka menceritakan betapa besar andil orang tua khususnya almarhum ayah mereka, Johan Suhartono atas perjalanan prestasi mereka di cabang biliar ini.
Amel diperkenalkan pada biliar oleh almarhum ayahnya ketika ia masih berusia 9 tahun atau saat kelas 3 SD. Anabel dilatih biliar saat kelas 2 SD. Ayah mereka memiliki usaha rumah biliar sehingga memudahkan mereka mengenal dan menekuni permainan ini.
Amel tentu saja lebih dahulu berkiprah dan terjun di berbagai kejuaraan. Sang adik Anabel mengaku semakin tertarik kepada biliar ketika melihat sang kakak mulai sering menjadi juara dan menerima hadiah.
Amel mengatakan sosok almarhum ayahnya sebagai orang yang sangat gigih membimbing mereka untuk menjadi pebiliar berprestasi. Sebelum meninggal pada 2017, ayah mereka berpesan, “Ayah gak bisa ninggalin harta tapi ayah bisa ninggalin ilmu billiar ini buat masa depan kamu.” Demikian Amel meniru ucapan sang ayah.
Dari sang ayah juga mereka menjadi percaya biliar dapat menjadi jalan mengejar prestasi dan kebanggaan juga jalan menuju masa depan. Ayah mereka bukan sekedar memberi petuah tetapi terjun melatih dan mendampingi kemanapun mereka mengikuti lomba.
Salah satu perjalanan paling diingat dan mengesankan, ketika Amel mengikuti Kajuaraan Nasional di Jakarta pada 2015. Berangkat dari Surabaya dengan kereta api kelas ekonomi, tidur di stasiun dan emperan stadion Gelora Bung Karno di Senayan. Tetapi berkat suport total dari orang tua Amel berhasil menjadi juara.
Lihat Juga :