Finansial Formula 1 Semakin Menjanjikan di Kuartal Dua
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 23:59 WIB
loading...
Formula 1 membukukan angka keuangan yang lebih menjanjikan pada kuartal kedua 2021. Dari April-Juni F1 menghasilkan pendapatan senilai USD501 juta atau setara dengan Rp7 trilun / Foto: RaceFans
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid 19 berdampak buruk pada mayoritas sektor ekonomi dunia, tak terkecuali bisnis balapan Formula 1 . F1 mengalami kerugian yang sangat banyak tahun lalu karena tidak bisa menyelenggarakan balapan di masa pandemi. Namun, pada tahun ini sektor finansial F1 mulai pulih dan semakin baik di kuartal kedua 2021.
Formula 1 membukukan angka keuangan yang lebih menjanjikan pada kuartal kedua 2021. Dari April-Juni F1 menghasilkan pendapatan senilai USD501 juta atau setara dengan Rp7 trilun, melalui tujuh balapan yang telah berlangsung, meskipun juga mengalami kerugian sebesar USD36 juta atau Rp520 miliar.
Jauh berbeda dengan kuartal kedua pada 2020 yang saat itu hanya menghasilkan USD24 juta setara dengan Rp346 milyar tanpa balapan sekalipun. Kerugian yang didapat pun mencapai USD122 juta atau Rp1,7 triliun karena pandemi yang melanda dunia.
BACA JUGA: Greysia/Apriyani Bangga Jadikan Medali Emas Olimpiade Kado Kemerdekaan Indonesia
Total sebanyak USD308 juta setara dengan Rp4,4 triliun telah didistribusikan kepada 10 tim pada kuartal kedua 2021. Tepat satu tahun sejak seluruh tim tidak menerima pendapatan karena musim balapan yang ditunda.
“Formula 1 berjalan di trek yang bagus untuk para penggemar, tim, mitra, dan investor kami, dan telah melakukan sesuatu yang mengesankan pada kalender 2021,” kata Greg Maffei, presiden dan CEO Liberty Media dilansir dari Planet F1, Sabtu (7/8/2021).
“Pendapatan utama F1 meningkat pada kuartal kedua dengan pertumbuhan dari segi promosi balapan, hak media, dan biaya sponsor. Ada tujuh balapan yang diadakan pada kuartal kedua tahun 2021, dibandingkan dengan tidak ada balapan yang diadakan pada kuartal kedua tahun 2020 karena pandemi COVID-19,” imbuh Maffei.
Formula 1 membukukan angka keuangan yang lebih menjanjikan pada kuartal kedua 2021. Dari April-Juni F1 menghasilkan pendapatan senilai USD501 juta atau setara dengan Rp7 trilun, melalui tujuh balapan yang telah berlangsung, meskipun juga mengalami kerugian sebesar USD36 juta atau Rp520 miliar.
Jauh berbeda dengan kuartal kedua pada 2020 yang saat itu hanya menghasilkan USD24 juta setara dengan Rp346 milyar tanpa balapan sekalipun. Kerugian yang didapat pun mencapai USD122 juta atau Rp1,7 triliun karena pandemi yang melanda dunia.
BACA JUGA: Greysia/Apriyani Bangga Jadikan Medali Emas Olimpiade Kado Kemerdekaan Indonesia
Total sebanyak USD308 juta setara dengan Rp4,4 triliun telah didistribusikan kepada 10 tim pada kuartal kedua 2021. Tepat satu tahun sejak seluruh tim tidak menerima pendapatan karena musim balapan yang ditunda.
“Formula 1 berjalan di trek yang bagus untuk para penggemar, tim, mitra, dan investor kami, dan telah melakukan sesuatu yang mengesankan pada kalender 2021,” kata Greg Maffei, presiden dan CEO Liberty Media dilansir dari Planet F1, Sabtu (7/8/2021).
“Pendapatan utama F1 meningkat pada kuartal kedua dengan pertumbuhan dari segi promosi balapan, hak media, dan biaya sponsor. Ada tujuh balapan yang diadakan pada kuartal kedua tahun 2021, dibandingkan dengan tidak ada balapan yang diadakan pada kuartal kedua tahun 2020 karena pandemi COVID-19,” imbuh Maffei.
Lihat Juga :