alexametrics

Mau Tahu Alasan Klok Pilih Nomor 10 di Persija Jakarta?

loading...
Mau Tahu Alasan Klok Pilih Nomor 10 di Persija Jakarta?
Memilih nomor punggung menjadi sesuatu yang cukup penting bagi pesepak bola. Ini berlaku pula bagi penggawa Persija Jakarta, Marc Anthony Klok. Foto: persija.id
A+ A-
JAKARTA - Memilih nomor punggung menjadi sesuatu yang cukup penting bagi pesepak bola. Itu bisa menjadi identitas si pemakai, atau sebagai cara menghormati pemain yang menggunakan nomor serupa. Ini berlaku pula bagi penggawa Persija Jakarta, Marc Anthony Klok.

Selama beberapa tahun terakhir Klok akrab dengan nomor 10. Ini cukup aneh mengingat nomor itu biasanya digunakan pemain berkarakter penyerang, khususnya di lini depan. Sedangkan pemain asal Belanda itu lebih berperan sebagai gelandang bertahan.

Ketika memutuskan bergabung bersama Macan Kemayoran pada musim ini, Klok tetap memakai nomor 10 yang merupakan warisan Farri Agri. Lalu, mengapa mantan pemain PSM Makassar itu tidak bisa jauh dari nomor 10?



Klok mengatakan bahwa 10 merupakan nomor favoritnya. “Sejak kecil saya suka dengan nomor 10. Itu juga nomor keberuntungan saya. Apalagi, banyak pemain idola saya menggunakan nomor tersebut,” ujarnya, disitus resmi Persija, Sabtu (30/5).

Sosok kelahiran Amsterdam itu memang identik dengan nomor 10. Di dua klub sebelumya, yakni PSM dan Cherno More Varna (Bulgaria) Klok juga memakai nomor keramat itu. Apalagi, ketika bergabung bersama Persija nomor tersebut belum ada pemiliknya.

Sebenarnya tidak sembarang pemain bisa memakai nomor 10 di Persija. Mereka biasanya berstatus bintang seperti Anjas Asmara, Widodo Cahyono Putro, dan Luciano Leandro. Anjas sukses membantu Persija dua kali juara pada 1973 dan 1979.

Luciano juga pernah membawa Persija berjaya pada 2001. “Saya juga di beberapa tim sebelumnya sering menggunakan nomor ini. Apalagi, di Persija juga saat ini (nomor 10) kosong, jadinya saya pilih nomor ini,” tutup Klok.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak