Richard Mainaky Ingin Lahirkan Pebulu Tangkis Andal di Indonesia Timur

Senin, 06 September 2021 - 17:08 WIB
loading...
Richard Mainaky Ingin Lahirkan Pebulu Tangkis Andal di Indonesia Timur
Pelatih tim ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Richard Mainaky mengklarifikasi keputusan pensiunnya dari dunia bulu tangkis. Ia berkata bahwa masih akan melatih klub dan fokus membina atlet daerah / Foto: Twitter Badmdintonindonesia
A A A
JAKARTA - Pelatih tim ganda campuran bulu tangkis Indonesia , Richard Mainaky mengklarifikasi keputusan pensiunnya dari dunia bulu tangkis. Ia berkata bahwa masih akan melatih klub dan fokus membina atlet daerah.

Selama 26 tahun tepatnya dari 1995 ia menjadi pelatih nasional di Pelatnas, Cipayung. Catatan itu membuat Richard tak serta merta melepaskan diri dari dunia bulu tangkis saat memutuskan untuk pensiun.

Richard mengatakan bahwa masih memiliki kontrak jangka panjang bersama klub PB Djarum. Bahkan dia pun tidak dapat memastikan kapan kontraknya tersebut berakhir.

BACA JUGA: Richard Mainaky Beberkan Alasan Pensiun dari Pelatnas

"Saya pensiun dari pelatnas, tapi saya masih terikat dengan PB Djarum, saya kan karyawan Djarum, nanti pembicaraan ke depan itu seperti apa tapi saya di Manado nanti masih terikat dengan Djarum," kata Richard saat dihubungi tim MPI pada Senin (6/9/2021).

"Kontrak saya dianggap pensiun itu dari PB Djarum itu enggak tau sampai kapan, karena kontrak kita di PB Djarum kan berlanjut terus tuh diperpanjang-perpanjang,” lanjutnya.

Sembari masih mengabdi untuk klub, Richard juga memiliki ambisi untuk melatih putra daerah tempat kelahirannya. Pria asal Manado, Sulawesi Utara ini punya tujuan untuk mengedarkan bibit-bibit unggul daerah hingga dapat membela Indonesia.

BACA JUGA: Leani Ratri Oktila si Pencetak Sejarah di Paralimpiade Tokyo 2020

Hal ini berkaitan dengan evaluasi yang dia dapatkan selama ini yakni anak daerah selalu terkendala masalah dana untuk ke Jakarta. Selain itu, pembinaan di sana masih perlu dievaluasi dari banyak lini.

"Saya (juga) tetap ada kerja sama dan bantu-bantu klub-klub kecil di sana, siapa tau kita bisa dapat bibit-bibit di Indonesia Timur kan jadi ga perlu tuh orang-orang Timur harus punya duit banyak baru bisa ke Jakarta kan,” katanya.

"Itu kendalanya di situ kan, banyak bibit tapi kendalanya harus biaya besar ke Jakarta. Jadi akhirnya tetap di sana ya abis, pembinaan sana kita gatau seperti apa kan,” tutupnya.
(yov)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2804 seconds (11.252#12.26)