Antonio Conte: Hakimi Bukan Ingin Gabung PSG, Mimpinya Bermain di Real Madrid Lagi

loading...
Antonio Conte: Hakimi Bukan Ingin Gabung PSG, Mimpinya Bermain di Real Madrid Lagi
Achraf Hakimi sempat jadi sorotan saat meninggalkan Inter Milan dan gabung Paris Saint-Germain (PSG). Tapi, pemain asal Maroko itu sebenarnya ingin pulang lagi ke Real Madrid. Foto: twitter
ROMA - Bek Paris Saint-Germain (PSG) , Achraf Hakimi sempat jadi perhatian ketika memutuskan meninggalkan Inter Milan dan pindah ke Prancis. Pelatih I Nerazzurri musim lalu, Antonio Conte menyebut pemain asal Maroko itu sebenarnya ingin pulang lagi ke Real Madrid.

Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Europa 2021/2022, Jumat (17/9/2021)

Hakimi pernah membela Los Blancos pada musim 2017/2018 dan 2019/2020. Pemain berusia 22 tahun itu lalu memutuskan bergabung bersama Inter pada musim 2020/2021.

Bersama Conte, Hakimi mampu mengembalikan kejayaan Inter untuk kembali menjuarai Liga Italia 2020/2021. Namun, pada bursa transfer musim panas kemarin, dia memilih hijrah ke Liga Prancis bersama PSG.



Sebelumnya, Hakimi pernah menjadi dalang kekalahan Inter dari Madrid pada babak penyisihan grup Liga Champions musim lalu. Dia mencetak gol bunuh diri yang membuat timnya menelan kekalahan 0-2 di Giuseppe Meazza.

“Secara psikologis, Hakimi sedikit menderita dari pertandingan tahun lalu melawan Real Madrid. Mimpinya adalah bermain untuk klub itu (Real Madrid) lagi sebagai pemain kunci," ujar Conte dilansir dari Marca.

Conte menganggap setelah kekalahan itu, Hakimi terus berlatih agar dapat meningkatkan kualitas permainannya. Pria asal Italia itu menyebut mantan anak asuhanyan itu berpotensi menjadi pemain top dunia di masa depan.

"Saya ingat dua pertandingan itu dengan sangat baik. Sejak saat itu, dia banyak bekerja dan saya melihat seorang pemain muda yang ingin belajar bagaimana (meningkatkan permainannya)," tambah Conte.

Baca Juga: Lazio Ditekuk Galatasaray, Ini Kata Maurizio Sarri Soal Blunder Strakosha

"Dia mengerti bahwa apa yang dia lakukan dalam menyerang saja tidak cukup; sekarang dia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Jika dia terus melatih bola terakhirnya, dia bisa menjadi pemain kelas dunia," tukasnya.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top