Tiga Klub Raksasa Turki Kutuk Insiden Pembunuhan George Floyd
Selasa, 02 Juni 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
“Rasisme bukan ideologi, tetapi penyakit psikologis,” kata Fenerbahce.
Sementara itu Besiktas menyebut praktik rasisme tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan memecah belah umat manusia. Besiktas pun berharap kasus kematian George Floyd menjadi yang terakhir. (Baca juga: Kematian George Flyod Picu Kemarahan Michael Jordan )
“Rasisme adalah musuh kebebasan, pantas untuk dihancurkan setiap kita menjumpainya,” kata Besiktas.
Seperti ramai diberitakan, rasisme mengguncang AS menyusul kematian pria kulit hitam bernama George Floyd akibat kehabisan napas. Leher George Floyd ditekan dengan menggunakan lutut oleh seorang polisi berkulit putih, dan kata-kata terakhir Floyd ’saya tak bisa bernapas’ digunakan massa untuk menggelar aksi protes berujung kerusuhan di sejumlah titik di AS.
Sementara itu Besiktas menyebut praktik rasisme tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan memecah belah umat manusia. Besiktas pun berharap kasus kematian George Floyd menjadi yang terakhir. (Baca juga: Kematian George Flyod Picu Kemarahan Michael Jordan )
“Rasisme adalah musuh kebebasan, pantas untuk dihancurkan setiap kita menjumpainya,” kata Besiktas.
Seperti ramai diberitakan, rasisme mengguncang AS menyusul kematian pria kulit hitam bernama George Floyd akibat kehabisan napas. Leher George Floyd ditekan dengan menggunakan lutut oleh seorang polisi berkulit putih, dan kata-kata terakhir Floyd ’saya tak bisa bernapas’ digunakan massa untuk menggelar aksi protes berujung kerusuhan di sejumlah titik di AS.
(bbk)
Lihat Juga :