Dinilai Remehkan Sanksi WADA kepada Indonesia, Menpora Amali Beri Penjelasan

Senin, 18 Oktober 2021 - 16:41 WIB
loading...
Dinilai Remehkan Sanksi...
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali dinilai meremehkan soal sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Foto: menpora
A A A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI , Zainudin Amali dinilai meremehkan soal sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Namun, dia menepisnya dan membeberkan penyebab utamanya.

Baca Juga: Bendera Merah Putih Tak Berkibar Saat Indonesia Juarai Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Pada 15 September lalu WADA mengirim surat kepada LADI terkait pelanggaran program uji doping. Indonesia dianggap tidak bisa memenuhi test doping plan (TDP) tahun 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun 2021.

Sejumlah negara dikirimi surat dan punya waktu 21 hari untuk memberikan klarifikasi. Indonesia tidak memberikan klarifikasi, seperti halnya Thailand dan Korea Utara. WADA lalu melayangkan surat sanksi pada 7 Oktober kemarin.

Ada sejumlah sankksi yang diberikan WADA kepada Indonesia. Diantaranya dilarang menggelar turnamen olahraga baik regional maupun internasional yang diawasi WADA.

Pengibaran bendera Merah Putih juga tidak diperkenankan jika ada atlet Indonesia yang berhasil menjuarai di turnamen dunia.

Ini berimbas saat Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020. bendera Merah Putih tidak dapat berkibar dan harus diganti dengan bendera logo PBSI di Piala Thomas 2020.

Hal ini sangat disayangkan. Pasalnya Indonesia sukses merebut kembali trofi Piala Thomas setelah menanti 19 tahun lamanya.

Imbasnya, Amali dianggap meremehkan masalah WADA kepada LADI. Sebab dia beberapa waktu lalu mengatakan masalah tersebut sudah selesai.

Namun, nyatanya bendera Indonesia tidak bisa berkibar di ajang olahraga Internasional. Beliau menepis tudingan tersebut dan membeberkan masalah utama yang baru ditemukan.

“Kenapa saya menyampaikan beberapa saat yang lalu mengatakan bahwa sebenarnya ini bisa diatasi, karena LADI sudah menyampaikan klarifikasi kepada WADA dan bahkan kepada WADA Asia Pasifik,” kata Amali.

“Tetapi apa yang baru didapat dari rapat tadi ada hal-hal yang menjadi pending meters, yaitu terjadi pada kepengurusan LADI yang lama dan itu cukup banyak. Transisinya kepada kepengurusan yang sekarang itu tidak cepat,” ungkapnya.

Baca Juga: Jonatan Christie: Juara Piala Thomas 2020, Lebih Besar dari Emas Asian Games!

“Sehingga saya waktu itu menyampaikan bahwa ini sudah clear maka tentu tidak masalah. Tetapi, masa clearnya ini ternyata belum, karena apa yang diminta oleh WADA bukan urusan yang sekarang saja melainkan urusan-urusan yang sebelumnya,” pungkasnya.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Juara Piala Thomas...
China Juara Piala Thomas 2026, Korea Selatan Rebut Uber Cup
Indonesia Tersingkir...
Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026: Jonatan Christie Minta Maaf, Sabar/Reza Tertekan
Indonesia Cetak Rekor...
Indonesia Cetak Rekor Terburuk di Piala Thomas, Evaluasi Menyeluruh Mendesak Dilakukan
Indonesia Gugur di Fase...
Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas, Alarm Keras Raja Bulu Tangkis
Breaking News: Indonesia...
Breaking News: Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026, Terburuk Sepanjang Sejarah
Piala Thomas 2026: Jojo...
Piala Thomas 2026: Jojo dan Alwi Tumbang, Indonesia Tertinggal 0-2 dari Prancis
Bertemu Erick Thohir,...
Bertemu Erick Thohir, Rektor UI Akan Buka Prodi Manajemen Olahraga dan Beasiswa Atlet
Diisukan Dekat dengan...
Diisukan Dekat dengan Eks Menteri, Davina Karamoy: Harus Dibawa ke Jalur Hukum
Erick Thohir Minta Maaf...
Erick Thohir Minta Maaf ke Prabowo usai Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Special Bola
Hasil Piala Dunia 2026:...
Bola Dunia
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Argentina Menang 3-1 atas Yordania, Austria Tahan Aljazair 3-3!
Hasil Piala Dunia 2026:...
Bola Dunia
Hasil Piala Dunia 2026: Kongo Menang 3-1 vs Uzbekistan, Korsel Tersingkir!
Timnas Portugal Disebut...
Bola Dunia
Timnas Portugal Disebut Enggan Menang Lawan Kolombia agar Masuk Bracket Mudah di Fase Gugur Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Berita Terkini
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved