Pidato Emosional Coco Gauff, Petenis Masa Depan Amerika Serikat
Jum'at, 05 Juni 2020 - 08:01 WIB
loading...
Petenis remaja Coco Gauff ikut naik podium untuk berorasi dengan kata-kata yang terdengar luar biasa bagi anak seusianya. Foto: cdn.extra.ie
A
A
A
NEW YORK - Aksi damai menentang diskriminasi dan rasisme di Amerika Serikat hari ini terasa berbeda. Petenis remaja Coco Gauff ikut naik podium untuk berorasi dengan kata-kata yang terdengar luar biasa bagi anak seusianya.
Coco, 16 tahun, merupakan petenis remaja paling bersinar di Amerika Serikat. Dia digadang-gadang bakal jadi penerus "Williams Bersaudara” yang selama ini mendominasi panggung petenis putri dunia. Tahun lalu ia melangkah ke babak keempat Wimbledon usai mengalahkan idolanya, Venus Williams.
Meski masih remaja, Coco ikut menyuarakan dukungan terhadap aksi demonstrasi menentang praktik diskriminasi dan rasisme yang terjadi di AS. Dalam orasinya, Coco menyebut rasisme telah membuat Amerika melangkah ke belakang dan mundur setengah abad. (Baca juga: Legenda Wimbledon Beber Alasan Federer Bukan Petenis Terbaik )
“Saya sedih karena saya berada di sini memprotes hal yang sama (rasisme, red) seperti yang dilakukan nenek saya lebih dari 50 tahun lalu,” kata Coco Gauff dalam orasinya.
Dalam pidatonya, ia juga meminta orang-orang dewasa untuk berhenti bertengkar, dan mulai berjalan beriringan menyambut dunia yang damai. Coco mengaku sangat prihatin karena masalah rasisme di AS seakan tidak ada habisnya.
Coco, 16 tahun, merupakan petenis remaja paling bersinar di Amerika Serikat. Dia digadang-gadang bakal jadi penerus "Williams Bersaudara” yang selama ini mendominasi panggung petenis putri dunia. Tahun lalu ia melangkah ke babak keempat Wimbledon usai mengalahkan idolanya, Venus Williams.
Meski masih remaja, Coco ikut menyuarakan dukungan terhadap aksi demonstrasi menentang praktik diskriminasi dan rasisme yang terjadi di AS. Dalam orasinya, Coco menyebut rasisme telah membuat Amerika melangkah ke belakang dan mundur setengah abad. (Baca juga: Legenda Wimbledon Beber Alasan Federer Bukan Petenis Terbaik )
“Saya sedih karena saya berada di sini memprotes hal yang sama (rasisme, red) seperti yang dilakukan nenek saya lebih dari 50 tahun lalu,” kata Coco Gauff dalam orasinya.
Dalam pidatonya, ia juga meminta orang-orang dewasa untuk berhenti bertengkar, dan mulai berjalan beriringan menyambut dunia yang damai. Coco mengaku sangat prihatin karena masalah rasisme di AS seakan tidak ada habisnya.
Lihat Juga :