NPC Indonesia Gelar Pelatnas Jarak Jauh untuk Atlet
Rabu, 10 Juni 2020 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Diantaranya renang, dan menembak yang akan mulai melakukan perburuan poin di bulan November-Desember 2020. Perburuan poin Paralypic berlanjut Januari hingga akhir Maret 2021. Mengingat di Indonesia masih ada pandemi, kondisi atlet tetap dipersiapkan. Sehingga kondisi atlet tinggal dipoles ketika kejuaraan akan dimulai.
Melalui Pelatnas jarak jauh, lanjutnya, diharapkan para atlet tidak ke mana mana dan tetap tinggal di rumah atau stay at home. “Mereka tetap konsentrasi latihan, dan tidak ada pekerjaan yang lain. Jangan sampai ada yang jualan bakso, atau kelayapan di luar,” tegasnya. Pelatnas jarak jauh yang telah dimulai 2 Juni 2020 ternyata disambut antusias para atlet.
Dalam Pelatnas jarak jauh, pelatih memberikan motivasi dan menu program yang disesuaikan. Secara teknis, Pelatnas jarak jauh menggunakan aplikasi daring sesuai kondisi di lapangan, seperti zoom. Sehingga atlet dapat latihan secara bersamaan di jam yang sama. Selain itu, ada juga atlet yang tidak bisa mendapatkan sinyal telepon seluler sama sekali.
Untuk mendapatkan sinyal maka harus pergi ke kota dulu. Sehingga atlet tersebut kemudian setiap dua atau tiga hari sekali mengirimkan menu latihan yang telah didokumentasikan kepada pelatih. ‘Tapi hampir 90% atlet bisa mengikuti karena ada sinyal di rumahnya.
Melalui Pelatnas jarak jauh, lanjutnya, diharapkan para atlet tidak ke mana mana dan tetap tinggal di rumah atau stay at home. “Mereka tetap konsentrasi latihan, dan tidak ada pekerjaan yang lain. Jangan sampai ada yang jualan bakso, atau kelayapan di luar,” tegasnya. Pelatnas jarak jauh yang telah dimulai 2 Juni 2020 ternyata disambut antusias para atlet.
Dalam Pelatnas jarak jauh, pelatih memberikan motivasi dan menu program yang disesuaikan. Secara teknis, Pelatnas jarak jauh menggunakan aplikasi daring sesuai kondisi di lapangan, seperti zoom. Sehingga atlet dapat latihan secara bersamaan di jam yang sama. Selain itu, ada juga atlet yang tidak bisa mendapatkan sinyal telepon seluler sama sekali.
Untuk mendapatkan sinyal maka harus pergi ke kota dulu. Sehingga atlet tersebut kemudian setiap dua atau tiga hari sekali mengirimkan menu latihan yang telah didokumentasikan kepada pelatih. ‘Tapi hampir 90% atlet bisa mengikuti karena ada sinyal di rumahnya.
(nun)
Lihat Juga :