Profil Rudy Hartono: Dari Aspal Jalan Gemblongan, Juara All England 7 Kali Beruntun

Selasa, 15 Maret 2022 - 07:28 WIB
loading...
Profil Rudy Hartono:...
Profil Rudy Hartono: Dari Aspal Jalan Gemblongan, Juara All England 7 Kali Beruntun/BWF
A A A
Profil Rudy Hartono : Dari aspal Jalan Gemblongan mengukir rekor juara All England 7 kali beruntun. Bicara All England akan selalu terkait dengan rekor sensasional Rudy Hartono Kurniawan, maestro bulu tangkis Indonesia.

Rudy Hartono mulai menunjukkan bakatnya bermain bulu tangkis pada usia 9 tahun. Ayahnya barus sadar dengan bakat anaknya ketika Rudy berusia 11 tahun. Sebelumnya, Rudy hanya berlatih di aspal jalan raya di depan kantor PLN di Surabaya yang dulunya bernama Jalan Gemblongan.

Baca Juga: All England Dari Masa ke MAsa: Rekor Rudy Hartono Mustahil Dilampaui

Dalam bukunya Elang dengan Tendangan Padi edisi 1986, Rudy berlatih hanya di hari Minggu, dari pagi sampai jam 10 malam. Setelah merasa meningkat, Rudy memutuskan untuk mengikuti lomba-lomba yang ada di sekitar Surabaya yang waktu itu biasanya hanya diterangi sinar lampu petromax.

Sejak itu, Rudy ditempa ayahnya melalui Persatuan Bulu Tangkis Oke dengan proses latihan yang disiplin. Agresivitas pada empat hal utama: kecepatan, pengaturan napas yang baik, sifat permainan yang agresif dan konsistensi dalam mengambil target. Ditambah dengan latihan lari jarak jauh dan pendek sebagai latihan tambahan.

Pada awalnya Rudy remaja sudah merasa cukup nyaman berlatih di tempat ayahnya, namun kemudian ia pindah ke klub bulu tangkis yang sudah melahirkan bibit-bibit dunia yaitu Klub Elang untuk mengembangkan kembali kemampuan bulu tangkisnya.

Kemudian, beberapa waktu kemudian, dia pindah lagi ke pusat pelatihan Piala Thomas. Hal ini ia lakukan pada tahun 1965 agar bakatnya lebih terasah lagi dan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional.

Dari bakatnya tersebut membuahkan prestasi yakni ikut meraih gelar juara Piala Thomas tahun 1967, kemudian disusul All England pertamanya yang masih berusia muda yakni 18 tahun. Saat di final ia mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan skor 15-12 dan 15-9 kemudian berhasil merebut gelar All England sebanyak 8 kali dan itu merupakan rekor yang belum terpecahkan. Karena itu ia disebut sebagai Rudy Hartono dari Wonder Boy.

Namun lagi-lagi pepatah selalu mengatakan "tinggi-tingginya lompat pasti tupai jatuh juga". Ya. .. Hal itu juga pernah dialami oleh The Wonder Boy. Final All England 1973 yang hampir menjadi rekor juara 8 kali berturut-turut sirna di depan mata saat dikalahkan oleh Svend Pri asal Denmark.

Baca Juga: Sejarah All England, Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua di Dunia

Kemudian ketika Final Piala Thomas 1982 lagi ya ditaklukkan oleh Luan Jin asal China dan Piala untuk pertama kalinya selama 21 tahun berpindah tangan dari Indonesia ke tanah Bambu pada saat China masih sebagai pendatang baru .

Pasca kekalahan terakhir, Rudy lalu gantung raket. Dalam kariernya ia juga menjadi Ketua PB Pembinaan BWF dan juga mendirikan Klub Bulu Tangkis Jaya Raya yang merupakan cikal bakal bibit-bibit pemain dunia lainnya antara lain: Susy Susanti, Alan Budi Kusuma, serta Chandra Wijaya dan Tony Gunawan.

Biodata Rudy Hartono:

Nama : Rudy Hartono Kurniawan
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 18 Agustus 1949
Agama : Protestan
Ayah : Zulkarnaen Kurniawan
Menikah: 28 Agustus 1976
Istri: Jane Anwar
Anak-anak: Christopher dan Christine Hartini Hartono Kurniawan
Pegangan Raket: Tangan Kanan
Nama Panggilan : Wonder Boy
Saudara: Freddy Harsono, Diana Veronica, Jeanne Utami, Dewi Laksmi, Buku Baru Eliza Ferry, Tjosi, dan Hauwtje Guido Hartanto.
Pendidikan:
-SEKOLAH MENENGAH ATAS
-Sarjana, Fakultas Ekonomi Trisakti, Jakarta
Prestasi:-Juara Tunggal Putra All England delapan kali (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976):
1968: menang vs Tan Aik Huang (Malaysia)
1969: menang vs Darmadi (Indonesia)
1970: menang vs Svend Pri (Denmark)
1971: menang vs Muljadi (Indonesia)
1972: menang vs Svend Pri (Denmark)
1973: menang vs Christian (Indonesia)
-1974: menang vs Punch Gunalan (Malaysia)
-1975: kalah dari Svend Pri (Denmark)
1976: menang vs Liem Swie King (Indonesia)
-1978: kalah dari Liem Swie King (Indonesia)
-Juara Tim Indonesia di Piala Thomas (1970, 1973, 1976 dan 1979)
-Juara Dunia, 1980
-Jepang Terbuka, 1981
-Ketua Pembinaan BPS PB (1981-1985)
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Polri Juara 1 Kejuaraan...
Polri Juara 1 Kejuaraan Bulutangkis Polisi Asia Tenggara 2026 di Kamboja
1.700 Penari Kipas Ciptakan...
1.700 Penari Kipas Ciptakan Rekor Tari Kolosal di Solo
Special Bola
Bantu Timnas Spanyol...
Bola Dunia
Bantu Timnas Spanyol Bantai Arab Saudi, Lamine Yamal: 4 Tahun Lalu Saya Masih Nonton di Kelas!
3 Negara yang Sudah...
Bola Dunia
3 Negara yang Sudah Pasti Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nomor 1 Disebut Punya Generasi Emas
Tak Mau Kecewakan The...
Liga Indonesia
Tak Mau Kecewakan The Jakmania, Shin Tae-yong Janji Persija Jakarta Tampilkan Daya Juang Tinggi
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Berita Terkini
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Uruguay vs Cape Verde...
Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved