Kisah Roman Abramovich: Anak Yatim Piatu Penjual Boneka Jadi Miliarder
Kamis, 24 Maret 2022 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Saat dewasa, Abramovich mendirikan perusahaan pembuat boneka di Moskow. Empat tahun setelah mendirikan perusahaan pembuat boneka pada tahun 1988 dengan istri pertama Olga, dia mulai berdagang minyak tepat saat Uni Soviet runtuh.
Dalam kehidupan rumah tangga, Abramovich yang berusia 55 tahun menikah dan bercerai tiga kali dengan memiliki tujuh anak. Abramovich juga dikabarkan memiliki kekasih seorang mantan atlet top senam Rusia yang bersembunyi di Swiss.
Jejak bisnis yang membuatnya menjadi miliarder membawanya berhubungan dengan orang-orang yang nantinya akan menjadi pendukung utama Putin. Mereka termasuk Boris Berezovsky dan juga Arkady "Badri" Patarkatsishvili, yang keduanya berselisih dengan presiden Rusia dan mati dalam keadaan yang mengenaskan.
Pengacara telah mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa Berezovsky "setuju dia akan menggunakan pengaruh pribadi dan politiknya" untuk membantu Abramovich mencapai "langkah legislatif yang diperlukan" untuk menciptakan raksasa minyak dan gas Sibneft, yang kemudian dijual ke Gazprom milik negara.
Abramovich mengantongi sekitar £1,8 miliar untuk bagiannya. Pada musim panas 1999 dia membantu Putin, yang telah bangkit dari mantan pria KGB yang kurang dikenal menjadi perdana menteri Rusia di bawah presiden Boris Yeltsin.
Menurut salah satu saksi mata, Abramovich ada di sana di latar belakang "mewawancarai" calon potensial untuk kabinet pertama Putin. Alexei Venediktov, dari Radio Ekho Moskow, mengenang: ''Saya berbicara dengan beberapa kandidat yang saya kenal dan saya bertanya kepada mereka apa yang mereka lakukan di sana.''
Dalam kehidupan rumah tangga, Abramovich yang berusia 55 tahun menikah dan bercerai tiga kali dengan memiliki tujuh anak. Abramovich juga dikabarkan memiliki kekasih seorang mantan atlet top senam Rusia yang bersembunyi di Swiss.
Jejak bisnis yang membuatnya menjadi miliarder membawanya berhubungan dengan orang-orang yang nantinya akan menjadi pendukung utama Putin. Mereka termasuk Boris Berezovsky dan juga Arkady "Badri" Patarkatsishvili, yang keduanya berselisih dengan presiden Rusia dan mati dalam keadaan yang mengenaskan.
Pengacara telah mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa Berezovsky "setuju dia akan menggunakan pengaruh pribadi dan politiknya" untuk membantu Abramovich mencapai "langkah legislatif yang diperlukan" untuk menciptakan raksasa minyak dan gas Sibneft, yang kemudian dijual ke Gazprom milik negara.
Abramovich mengantongi sekitar £1,8 miliar untuk bagiannya. Pada musim panas 1999 dia membantu Putin, yang telah bangkit dari mantan pria KGB yang kurang dikenal menjadi perdana menteri Rusia di bawah presiden Boris Yeltsin.
Menurut salah satu saksi mata, Abramovich ada di sana di latar belakang "mewawancarai" calon potensial untuk kabinet pertama Putin. Alexei Venediktov, dari Radio Ekho Moskow, mengenang: ''Saya berbicara dengan beberapa kandidat yang saya kenal dan saya bertanya kepada mereka apa yang mereka lakukan di sana.''
Lihat Juga :