Biodata dan Agama Felix Verdejo, Petinju Puerto Rico Bunuh Kekasih yang Hamil

Sabtu, 18 Juni 2022 - 05:05 WIB
loading...
Biodata dan Agama Felix Verdejo, Petinju Puerto Rico Bunuh Kekasih yang Hamil
Felix Verdejo merupakan petinju profesional kelas ringan asal Puerto Rico. Namun, dialebih terkenal karena kasus pembunuhan yang saat ini menjeratnya. Foto: nbcnews
A A A
SAN JUAN - Felix Verdejo merupakan petinju profesional kelas ringan asal Puerto Rico. Namun, namanya lebih terkenal karena keterkaitannya dengan kasus pembunuhan yang saat ini menjeratnya.

Baca Juga: Tyson Fury Tantang 6 Raksasa termasuk The Rock, Gypsy King: Luar Biasa!

Lahir pada 19 Mei 1993, Verdejo memulai karier tinjunya di kelas amatir. Kemampuannya kemudian mulai diakui. Terlebih sejak memenangkan kualifikasi tinju wilayah Benua Amerika untuk tampil di Olimpiade 2012.

Berkat torehan itu, Verdejo segera menjadi petinju profesional ketika masih berusia 19 tahun. Dia bahkan bergabung promotor papan atas, Top Rank pada 2012.

Titel pertama Verdejo datang pada 2015. Dia mengalahkan Marco Antonio Lopez dan meraih gelar WBO Latino. Gelar itu kemudian dapat dipertahankan untuk beberapa lama.

Sayang, kariernya mengalami penurunan sejak 2018. Petinju beragama Kristen itu gagal merebut gelar WBO Inter-Continental, usai dikalahkan Masayoshi Nakatani pada 2020.

Pada 30 April 2021, Verdejo tersandung kasus pembunuhan sadis. Dia diduga tega menghabisi nyawa kekasihnya, Keishla Rodriguez yang sedang hamil. Korban ditemukan di jembatan Laguna San Juan, Puerto Rico.

Mayat korban diduga dibuang Verdejo. Kemudian, mantan atlet Olimpiade 27 tahun itu menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada 2 Mei 2021. Saat itu dia terancam mendapat hukuman mati.

Pembunuhan itu dipicu dari kehamilan di luar nikah antara Verdejo dengan Keishla. Dia kemudian mendesak agar bayi dalam kandungan untuk digugurkan. Saat itu dia menyatakan tidak bersalah.

Baca Juga: 3 Petinju yang Pernah Ketahuan Selingkuh, Nomor 3 Dituduh Tiduri Istri Amir Khan

Namun, ada 31 Januari lalu, dia diputuskan terhindar dari hukuman mati. Sebagai gantinya, petinju yang berbasis di San Juan itu masih menghadapi 99 tahun penjara jika diterbukti bersalah.
(mirz)
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3940 seconds (11.252#12.26)