Soal Insiden Pelemparan Batu, Media Malaysia Tuding Suporter PSM Makassar Duluan Bikin Ulah
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
“Kesalahan seharusnya tidak diletakkan pada pendukung KL City dalam hal ini, menurut sumber kami, kejadian itu adalah puncak dari pendukung Makassar sendiri yang mencari penyakit,” tulis Semuanya Bola dalam beritanya, Jumat (26/8/2022).
“Itu memuncak usai sekumpulan pendukung Makassar menyerang pendukung KL City yang berada di luar stadion KLFA usai pertandingan,” sambung berita tersebut.
Semuanya Bola mengklaim bahwa suporter PSM melakukan provokasi ketika suporter Kuala Lumpur FC tengah bersorak merayakan kemenangan. Kedua suporter kemudian saling memprovokasi.
“Pendukung KL City saat itu sedang asyik merayakan kejayaan tim, barangkali betukar provokasi sesama mereka, lalu mencetuskan situasi tegang, hingga kendaraan pelaku rusak,” tambah berita tersebut.
Jika benar terjadi seperti yang diberitakan, oknum suporter Kuala Lumpur FC jelas tetap bertanggung jawab. Sebab para suporter PSM tidak melakukan kekerasan yang merugikan suporter tuan rumah.
Alih-alih selesai ketika kedua suporter saling memprovokasi, oknum suporter Kuala Lumpur FC justru tidak mampu menahan emosi. Biar bagaimanapun, tindak kekerasan dalam sepak bola bukan sesuatu yang patut untuk dibenarkan.
“Itu memuncak usai sekumpulan pendukung Makassar menyerang pendukung KL City yang berada di luar stadion KLFA usai pertandingan,” sambung berita tersebut.
Semuanya Bola mengklaim bahwa suporter PSM melakukan provokasi ketika suporter Kuala Lumpur FC tengah bersorak merayakan kemenangan. Kedua suporter kemudian saling memprovokasi.
“Pendukung KL City saat itu sedang asyik merayakan kejayaan tim, barangkali betukar provokasi sesama mereka, lalu mencetuskan situasi tegang, hingga kendaraan pelaku rusak,” tambah berita tersebut.
Jika benar terjadi seperti yang diberitakan, oknum suporter Kuala Lumpur FC jelas tetap bertanggung jawab. Sebab para suporter PSM tidak melakukan kekerasan yang merugikan suporter tuan rumah.
Alih-alih selesai ketika kedua suporter saling memprovokasi, oknum suporter Kuala Lumpur FC justru tidak mampu menahan emosi. Biar bagaimanapun, tindak kekerasan dalam sepak bola bukan sesuatu yang patut untuk dibenarkan.
(sto)
Lihat Juga :