Berikan Semua Gelar, Klopp: Mempertahankan Itu Lebih Sulit

loading...
Berikan Semua Gelar, Klopp: Mempertahankan Itu Lebih Sulit
Tangis Juergen Klopp pecah ketika Liverpool juara Liga Inggris 2019/2020. Foto/Reuters
A+ A-
MANCHESTER - Juergen Klopp mungkin sudah memberikan “semua” yang diinginkan pendukung Liverpool. Gelar juara Liga Primer, Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Liga Primer menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah Liverpool di Liga Primer. Mereka kini bisa menepuk dada, setelah menjadi bahan candaan karena sebelumnya tidak pernah mendapatkan gelar dari kompetisi tertinggi di Inggris sejak berubah nama menjadi Premier League.

Bersama Chelsea, Manchester City, Liverpool kini menganggu “hegemoni” Manchester United (MU) di Liga Primer. Sebelumnya, The Reds Devils seolah menjadi penguasa tunggal gelar juara sejak kompetisi berubah nama menjadi Premier League, diselingi Arsenal. Rinciannya, MU mengantongi 13 gelar, Chelsea (5), Man City (4), Arsenal (3). Blackburn Rovers, Leicester City dan Liverpool (1).

Masalahnya, tak pernah ada pelatih yang benar-benar bisa konsisten memberikan gelar di Liga Primer bersama satu klub selain Selain Alex Ferguson. Bahkan Arsene Wenger yang berkuasa di Arsenal selama lebih dari 18 tahun bersama The Gunners hanya memberikan tiga. Diikuti Jose Mourinho bersama Chelsea (3), dan Pep Guardiola di Man City (2). (Baca: 8 Perubahan yang Bikin MU Makin Tokcer)



Melihat data itu, wajar jika kemudian mempertanyaan sejauh mana kemampuan Juergen Klopp bisa membuat Liverpool secara konsisten mendominasi Liga Primer. “Kami tidak akan mempertahankan gelar musim depan. Kami akan berjuang mendapatkannya lagi. Saya tidak merasa puas. Ini langkah besar, langkah luar biasa, tetapi bukan satu-satunya hal yang ingin saya bicarakan dengan para pemain ketika bertemu mereka 20 tahun mendatang,” kata Klopp dilansir dailymail.

Dia senang memiliki skuad kuat dan kompetitif sehingga akan mempertahankan pemain-pemain terbaiknya sembari melakukan aktivitas belanja efektif di bursa transfer musim panas mendatang. Namun, mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut menganggap gelar Liga Primer musim ini telah masuk dalam buku sejarah Liverpool.

Klopp memprediksi Liga Primer musim depan bakal lebih sulit. Klopp mengatakan, Man City akan menjadi kuat musim depan, MU, Chelsea juga. Tottenham Hotspur dan Arsenal tidak akan tidur. “Kami harus bermain 38 pertandingan dalam setahun dan siapa pun yang menang paling banyak memenangkan liga. Kami memiliki situasi yang sama dengan tim lain,” terang Klopp. (Baca juga: Kalah dari West Ham, Lampard Keluhkan Inkonsistensi Pemain Chelsea)



Kewaspadaan Klopp tergambar jelas dari pesan yang diberikan Man City. Reputasi Liverpool sebagai juara musim ini sedikit ternoda di Etihad Stadium, Jumat (3/7). Mendapatkan Guard of Honour sebelum kick off, Jordan Henderson harus pulang dengan tertunduk usai kalah 0-4 dari The Citizens.

Gawang Allison Becker bergantian dijebol eksekusi penalti, Kevin de Bruyne pada menit ke-25, Raheem Sterling (35), Phil Foden (45) dan gol bunuh diri Alex Oxlade-Chamberlain (66). Ini adalah kekalahan terbesar kedua yang dialami tim yang sudah memahkotai juara Liga Primer. Sebelumnya, Arsenal kalah 4-0 saat bertandang ke Liverpool pada 1997/98, yang juga merupakan pertandingan The Gunners setelah memenangkan gelar.

Itu juga menjadi kekalahan terberat kedua Liverpool di Liga Primer di bawah Jurgen Klopp yang terjadi di Stadion Etihad setelah 0-5 dari lawan yang sama pada September 2017. "Mereka (Man City) lebih cepat daripada yang kami pikirkan. Kami kurang bagus dalam mengalirkan bola. Itu masalah besar ketika menghadapi Man City. Kami memiliki momen. Kami memiliki peluang, kami tidak menggunakannya. Hasilnya harus kami terima,” tutur Klopp. (Lihat videonya: Diduga Gunakan ilmu Kebal, Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga)

Berbeda dengan Man City, Tottenham justru takluk 1-3 dari Sheffield United, Jumat (3/7). Bertandang ke Bramall Lane, The Lilywhites kebobolan tiga kali oleh gol gol Sander Berge (31), Lys Mousset (69) dan Oliver McBurnie (84). Tottenham hanya mencetak satu gol melalui Harry Kane (90). (Alimansyah)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top