5 Pihak yang Dianggap Ikut Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:00 WIB
loading...
5 Pihak yang Dianggap...
Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan orang ini terus jadi perhatian. Tentunya ada beberapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
A A A
MALANG - Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan orang ini terus jadi perhatian. Tentunya harus ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga: Presiden Uni Eropa dan Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Salah satu petaka dalam sepak bola dengan jumlah kematian terbanyak ini dipastikan akan menjadi sejarah kelam Indonesia untuk selamanya. Sebab, dunia internasional ikut mengetahui dan memberi tanggapan.

Kompetisi ikut terkena dampaknya. Pemberhentian Liga 1 2022/2023 telah dilakukan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo hingga evaluasi dan penyelidikan tragedi Kanjuruhan selesai.

Seluruh pihak yang terlibat tentu perlu bertanggung jawab. Ada 5 pihak yang dipercaya publik ikut bersalah atas tragedi Kanjuruhan :

Baca Juga: Kronologi Mengerikan Tragedi Kanjuruhan versi Salah Satu Suporter

1. Oknum Suporter

Kekalahan Arema atas Persebaya Surabaya diduga menjadi pemicu kuat kekecewaan suporter. Sayangnya mereka tak dapat membendung rasa kecewa itu dan langsung melampiaskannya.

Aksi kekecewaan suporter inilah yang menjadi pemicu utama tragedi itu. Setelah mendapat peringatan berupa tembakan gas air mata dari pihak keamanan mereka justru semakin menggila.

Beberapa oknum suporter bahkan hingga bertindak anarkis baik di dalam maupun di luar stadion. Ada beberapa mobil polisi dan tim keamanan yang dibakar dan dirusak.

2. Pihak Kepolisian

Menurut fakta yang telah terungkap, kebanyakan korban meninggal justru berada di tribun penonton. Padahal, mereka bukan suporter yang ikut turun ke lapangan.

Kebanyakan korban juga mengalami sesak nafas akibat kepanikan massal disusul gas air mata dari polisi. Gas itu ditembakkan ke tribun ketika suporter masih padat dan saling berhimpitan.

Kapolda Jatim Irjen, Pol Nico Afinta menjelaskan penembakan gas air mata itu dilakukan dengan terpaksa karena suporter yang telah bertindak anarkis dan menyerang petugas.

Penggunaan gas air mata ini pada dasarnya tidak diperbolehkan dalam aturan FIFA. Disinyalir, ini akibat kurangnya komunikasi antara PSSI dengan pihak kepolisian.

3. PSSI

Penembakan gas air mata yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini merupakan satu bentuk kurangnya koordinasi antara PSSI dengan Kepolisian.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap persepak bolaan di Indonesia, PSSI tidak seharusnya membiarkan kesalahan fatal itu.

Nyatanya, PSSI termasuk yang ikut disorot oleh netizen atas terjadinya petaka ini. Merek kini harus mempertanggung jawabkannya di hadapan FIFA. Karena tragedi Kanjuruhan ini telah menjadi salah satu yang terburuk di dunia.

4. PT Liga Indonesia Baru

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) seolah tutup telinga dengan kritikan-kritikan banyak pihak terhadap jadwal pertandingan Liga 1. Mereka beberapa kali diminta untuk mengubah jadwal pertandingan agar tidak terlalu malam.

Pertandingan terlalu malam akan mempersulit proses evakuasi jika terhadi hal diinginkan. Laga Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung kontra Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebelum musim ini bergulir sudah menjadi bukti.

Namun PT LIB seolah tidak belajar dari kejadian pilu di GBLA tersebut. Laga dengan resiko tinggi tetap digelar pada malam hari.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita malah melontarkan pernyataan nyeleneh kala menanggapi permintaan Bonek untuk menggeser laga Persebaya ke sore hari.

Lukita mengatakan bahwa pihaknya harus manut pada urusan sponsorship, penyiaran dan rating televisi ketimbang keselamatan suporter.

“Semua penentuan waktu kick off sudah dikomunikasikan dengan broadcaster. Kerena broadcast butuh waktu untuk persiapan promo dan sebagainya,” kata Lukita kala dihubungi MNC Portal Indonesia awal Agustus silam

“Dalam hal ini, sepak bola Indonesia saat ini sudah menjadi industri. Tidak melulu aspek teknis atau pertandingan yang menjadi pertimbangan,” tambahnya.

“Tetapi, harus juga memperhatikan aspek komersial, kebutuhan sponsor, sampai dengan kecenderungan pasar atau penonton televisi” ujarnya lagi.

5. Panitia Pelaksana

Stadion Kanjuruhan Malang memiliki kapasitas 38 ribu penonton, faktanya panitia pelaksana justru mencetak 42 ribu tiket. Ini tentu menjadi pelanggaran prosedur pelaksanaan.

Selain mencetak tiket yang melebihi kapasitas stadion panitia pelaksana juga mengabaikan peringatan polisi, dimana pihak polisi meminta panitia untuk mencetak 25 ribu tiket saja.

Banyaknya tiket yang telah dicetak ini membuat Stadion Kanjuruhan penuh sesak akan penonton. Karena itulah desak desakan penonton karena kericuhan tak terhindarkan.

(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Persib Juara Super League...
Persib Juara Super League 2025-2026 usai Imbang Lawan Persijap
Persipura Dihukum Tanpa...
Persipura Dihukum Tanpa Penonton selama Satu Musim, Ini Respons Mutiara Hitam
Tren Olahraga Indonesia...
Tren Olahraga Indonesia Meningkat, Se’Indonesia Gandeng Dua Raksasa Super League
Profil Garudayaksa FC,...
Profil Garudayaksa FC, Klub Bentukan Prabowo Subianto yang Langsung Promosi ke Super League
Wajah Sepak Bola Nasional:...
Wajah Sepak Bola Nasional: Persija Terusir dari Jakarta, Pemain PSBS Biak Menjerit Gaji 4 Bulan Belum Dibayar
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Persib Juara Super League,...
Persib Juara Super League, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Fly Over Pasopati
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Special Bola
Aston Villa vs Indonesia...
Bola Dunia
Aston Villa vs Indonesia All Stars, Emiliano Martinez Bakal Kunjungi SUGBK dengan 3 Tim Berbeda!
Persik Kediri Segera...
Liga Indonesia
Persik Kediri Segera Miliki Kandang Baru, Stadion Gelora Daha Jayati Ditarget Rampung 2027
Adhyaksa FC Resmi Pindah...
Liga Indonesia
Adhyaksa FC Resmi Pindah Homebase, Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved