Komitmen Platform Game Wujudkan Perkembangan Pelajar Lewat Esport
Kamis, 20 Oktober 2022 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan Itemku disebut Aziz juga menjadi sinyal positif terhadap pengembangan ekosistem esport alias gim kompetitif bagi pelajar.
Berdasarkan riset yang dilakukan Mabar.com bersama Tim Laboratorium Cognition, Affect, and Well-Being (CAW Lab) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ditemukan hasil bahwa bermain gim kompetitif dapat membantu pelajar mengembangkan aspek psikologis dan kognitif pelajar.
Riset bertajuk Mabar Esports Student Athlete Research (2022) tersebut menyimpulkan, bahwa pelajar yang bermain esport lebih unggul dibandingkan pelajar yang bermain gim secara kasual, maupun pelajar yang tidak bermain gim sama sekali. Keunggulan itu terwujud dalam beberapa aspek.
Pertama, aspek kontrol respons yang membuat orang lebih fokus. Kedua, akurasi yang jauh lebih tinggi. Ketiga, kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Dan, keempat adalah kepribadian yang tidak impulsif dan tidak rentan stres.
“Platform dan turnamen kami didesain bukan hanya untuk menang kalah, namun untuk membantu pelajar bisa mengembangkan karakter lebih baik. Sekolah juga memiliki peran sangat penting untuk mengarahkan minat bermain gim pelajar. Misalnya dengan memfasilitasi dan menjadikan sekolah sebagai Esports Development Center,” lanjut Aziz.
Peserta dari provinsi Sumatera Utara,Kalimantan Barat, Banten, DI Jogjakarta, Jawa Barat, serta dari seri Nusantara (dari seluruh provinsi lainnya) masih bisa mendaftarkan diri. Dari turnamen tingkat provinsi ini akan dipilih tim-tim terbaik untuk bertanding kembali di DBL Play MABAR National Championship untuk memperebutkan gelar nasional.
Berdasarkan riset yang dilakukan Mabar.com bersama Tim Laboratorium Cognition, Affect, and Well-Being (CAW Lab) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ditemukan hasil bahwa bermain gim kompetitif dapat membantu pelajar mengembangkan aspek psikologis dan kognitif pelajar.
Riset bertajuk Mabar Esports Student Athlete Research (2022) tersebut menyimpulkan, bahwa pelajar yang bermain esport lebih unggul dibandingkan pelajar yang bermain gim secara kasual, maupun pelajar yang tidak bermain gim sama sekali. Keunggulan itu terwujud dalam beberapa aspek.
Pertama, aspek kontrol respons yang membuat orang lebih fokus. Kedua, akurasi yang jauh lebih tinggi. Ketiga, kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Dan, keempat adalah kepribadian yang tidak impulsif dan tidak rentan stres.
“Platform dan turnamen kami didesain bukan hanya untuk menang kalah, namun untuk membantu pelajar bisa mengembangkan karakter lebih baik. Sekolah juga memiliki peran sangat penting untuk mengarahkan minat bermain gim pelajar. Misalnya dengan memfasilitasi dan menjadikan sekolah sebagai Esports Development Center,” lanjut Aziz.
Peserta dari provinsi Sumatera Utara,Kalimantan Barat, Banten, DI Jogjakarta, Jawa Barat, serta dari seri Nusantara (dari seluruh provinsi lainnya) masih bisa mendaftarkan diri. Dari turnamen tingkat provinsi ini akan dipilih tim-tim terbaik untuk bertanding kembali di DBL Play MABAR National Championship untuk memperebutkan gelar nasional.
(sto)
Lihat Juga :