Inter Milan Kubur Asa Perebutan Scudetto Serie A
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah pemain menjadi imbang setelah bek Inter Alessandro Bastoni mendapatkan kartu merah (77). Mental Inter semakin jatuh setelah penalti Lautaro Martinez gagal. Hal itu dimanfaatkan Bologna membalikkan keadaan sekaligus memenangkan pertandingan berkat gol Musa Barrow (80).
Hasil buruk menimbulkan kekecewaan mendalam bagi seluruh anggota tim. Seusai pertandingan, skuad dan Direktur Giuseppe Marotta mengadakan pembicaraan di ruang ganti selama satu jam. Conte mengaku sulit memercayai apa yang terjadi dengan Inter saat ini.
Dia mengatakan Inter melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan serta tidak mampu menambah gol ketika unggul jumlah pemain. Conte menganggap itu kerap terjadi sejak awal musim maupun saat kompetisi bergulir kembali, Juni lalu. “Kita semua harus mengambil bagian dari tanggung jawab kita. Pertama, saya sebagai pelatih, kemudian para pemain yang berada di lapangan,” kata Conte, dilansir football-italia.net.
Dia mengaku sulit menjelaskan mengapa memiliki banyak masalah ketika kami masih di depan dan bermain melawan 10 pemain. “Seharusnya Anda tidak mengambil risiko ketika Anda masih memegang kendali. Kami berada dalam kendali penuh,” tandas Conte. (Baca juga: AC Milan Belum terkalahkan Sejak Virus Corona Mewabah)
Menyadari masalah psikologis yang menjadi penyebab utama, Conte mengungkapkan dia dan seluruh anggota tim harus bertanya kepada diri sendiri apakah mereka semua layak mengenakan seragam Inter. Mengenai scudetto, mantan pelatih Bari, Juventus, Italia, dan Chelsea tersebut tidak mau muluk-muluk. Dia mengindikasikan Inter bakal memaksimalkan delapan pertandingan sisa untuk meraih tiket Liga Champions musim depan dan berjuang di babak 16 besar Liga Europa.
I Nerazzurri mencanangkan kebangkitan saat menghadapi Hellas Verona, Jumat (10/7). “Setelah menghadiahkan permainan seperti ini dan juga hasil imbang dengan Sassuolo, semuanya menjadi sulit. Kami harus mengamankan tempat Liga Champions sesegera mungkin dan mencoba melakukan lebih sedikit kesalahan,” tandas Conte.
Terpelesetnya Inter jelas seperti menjadi karpet mulus Juventus mempertahankan gelar sekaligus meraih scudetto kesembilannya secara beruntun. La Vecchia Signora terus memburu kemenangan terutama saat bertandang ke San Siro, markas AC Milan, dini hari nanti. (Baca juga: Gattuso Berang, Gagal Menang Peluang Napoli ke Liga Champion Tipis)
Hasil buruk menimbulkan kekecewaan mendalam bagi seluruh anggota tim. Seusai pertandingan, skuad dan Direktur Giuseppe Marotta mengadakan pembicaraan di ruang ganti selama satu jam. Conte mengaku sulit memercayai apa yang terjadi dengan Inter saat ini.
Dia mengatakan Inter melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan serta tidak mampu menambah gol ketika unggul jumlah pemain. Conte menganggap itu kerap terjadi sejak awal musim maupun saat kompetisi bergulir kembali, Juni lalu. “Kita semua harus mengambil bagian dari tanggung jawab kita. Pertama, saya sebagai pelatih, kemudian para pemain yang berada di lapangan,” kata Conte, dilansir football-italia.net.
Dia mengaku sulit menjelaskan mengapa memiliki banyak masalah ketika kami masih di depan dan bermain melawan 10 pemain. “Seharusnya Anda tidak mengambil risiko ketika Anda masih memegang kendali. Kami berada dalam kendali penuh,” tandas Conte. (Baca juga: AC Milan Belum terkalahkan Sejak Virus Corona Mewabah)
Menyadari masalah psikologis yang menjadi penyebab utama, Conte mengungkapkan dia dan seluruh anggota tim harus bertanya kepada diri sendiri apakah mereka semua layak mengenakan seragam Inter. Mengenai scudetto, mantan pelatih Bari, Juventus, Italia, dan Chelsea tersebut tidak mau muluk-muluk. Dia mengindikasikan Inter bakal memaksimalkan delapan pertandingan sisa untuk meraih tiket Liga Champions musim depan dan berjuang di babak 16 besar Liga Europa.
I Nerazzurri mencanangkan kebangkitan saat menghadapi Hellas Verona, Jumat (10/7). “Setelah menghadiahkan permainan seperti ini dan juga hasil imbang dengan Sassuolo, semuanya menjadi sulit. Kami harus mengamankan tempat Liga Champions sesegera mungkin dan mencoba melakukan lebih sedikit kesalahan,” tandas Conte.
Terpelesetnya Inter jelas seperti menjadi karpet mulus Juventus mempertahankan gelar sekaligus meraih scudetto kesembilannya secara beruntun. La Vecchia Signora terus memburu kemenangan terutama saat bertandang ke San Siro, markas AC Milan, dini hari nanti. (Baca juga: Gattuso Berang, Gagal Menang Peluang Napoli ke Liga Champion Tipis)
Lihat Juga :