Amir Nasr-Azadani Terancam Hukuman Gantung, FIFPRO Desak Pemerintah Iran Cabut Keputusan
Selasa, 13 Desember 2022 - 09:32 WIB
loading...
Serikat pesepak bola dunia, FIFPro, menyerukan agar hukuman gantung yang menimpa Amir Nasr-Azadani (pemain Iran) segera dicabut. Pernyataan tegas itu disampaikan melalui akun Twitter resminya (@FIFPRO) / Foto: Twitter FIFPRO (@FIFPRO)
A
A
A
Serikat pesepak bola dunia, FIFPRO, menyerukan agar hukuman gantung yang menimpa Amir Nasr-Azadani (pemain Iran) segera dicabut. Pernyataan tegas itu disampaikan melalui akun Twitter resminya (@FIFPRO).
"FIFPRO terkejut dan muak dengan laporan bahwa pesepakbola profesional Amir Nasr-Azadani menghadapi eksekusi di Iran setelah mengampanyekan hak-hak perempuan dan kebebasan dasar di negaranya. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Amir dan menyerukan agar hukumannya segera dicabut," tulis FIFPRO pada akun Twitter resminya, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA: Perusahaan di Inggris Tekor Rp6,9 Miliar gara-gara Cetak 18 Ribu Kaos Pemenang Piala Dunia 2022
Amir Nasr-Azadani terancam menerima hukuman gantung lantaran mengampanyekan hak-hak perempuan di negaranya. Ini dipicu setelah kematian Mahsa Amini (22), yang meninggal dalam tahanan pada September setelah ditahan karena diduga tidak mengikuti aturan berpakaian Islami di negara tersebut.
Pada November lalu, Piala Dunia 2022 sempat dihebohkan dengan sikap diam pemain Iran saat lagu kebangsaan diputar sebelum kick off melawan Inggris. itu ditafsirkan sebagai bentuk dukungan anti-pemerintah di negara merea.
"FIFPRO terkejut dan muak dengan laporan bahwa pesepakbola profesional Amir Nasr-Azadani menghadapi eksekusi di Iran setelah mengampanyekan hak-hak perempuan dan kebebasan dasar di negaranya. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Amir dan menyerukan agar hukumannya segera dicabut," tulis FIFPRO pada akun Twitter resminya, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA: Perusahaan di Inggris Tekor Rp6,9 Miliar gara-gara Cetak 18 Ribu Kaos Pemenang Piala Dunia 2022
Amir Nasr-Azadani terancam menerima hukuman gantung lantaran mengampanyekan hak-hak perempuan di negaranya. Ini dipicu setelah kematian Mahsa Amini (22), yang meninggal dalam tahanan pada September setelah ditahan karena diduga tidak mengikuti aturan berpakaian Islami di negara tersebut.
Pada November lalu, Piala Dunia 2022 sempat dihebohkan dengan sikap diam pemain Iran saat lagu kebangsaan diputar sebelum kick off melawan Inggris. itu ditafsirkan sebagai bentuk dukungan anti-pemerintah di negara merea.
Lihat Juga :