BAHAYA, Persib Kerap Kebobolan Tiap 3 Menit Seusai Bikin Gol
Minggu, 24 Mei 2015 - 16:08 WIB
BAHAYA, Persib Kerap Kebobolan Tiap 3 Menit Seusai Bikin Gol
A
A
A
BANDUNG - Laga persahabatan Persib Bandung kontra Selangor FA menjadi bahan evaluasi serius bagi pelatih Djadjang Nurdjaman. Kendati menang 4-2, namun rapuhnya pertahanan menjadi sorotan. Apalagi laga tersebut menjadi gamabaran kesiapan sebelum Maung Bandung menghadapi babak 16 besar Piala AFC 2015 kontra Kitchee SC, di StadionSi Jalak Harupat, Rabu (27/5/2015).
Pelatih kelahiran Majalengka, Indonesia, 30 Maret 1964, itu tengah mencari formulasi yang tepat untuk meminimalisasi kekurangan. Sebab, menurut Djadjang, dua gol yang dicetak pemain Selangor, tercipta tiap tiga menit setelah Maung Bandung mencetak gol.
Persib memang menang meyakinkan pada laga persahabatan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (22/5/2015). Atep membuka pesta gol pada menit ke-32, memanfaatkan umpan terobosan Konate Makan dari sisi kiri.
Namun, selang tiga menit penyerang Selangor asal Indonesia Andik Vermansyah menyamakan kedudukan menit ke-34. Gol Andik tercipta akibat bolongnya area pertahanan Maung Bandung. Andik memanfaatkan ruang tembak yang terbuka dari luar kotak penalti.
Lalu, M Ridwan kembali membawa Persib unggul menit ke-55. Namun, lagi-lagi Selangor menyamakan kedudukan lewat gol Leandro Dos Santos tiga menit berselang atau menit ke-58. Gol Leandro bermula dari sepak pojok Andik yang mengarah kepada pemain asal Brasil itu yang berdiri bebas tanpa mendapat kawalan ketat. Tandukannya pun sukses menjebol gawang I Made Wirawan.
Untungnya, semangat tempur persib tak luntur kendati dua kali diimbangi. Konate dan Atep akhirnya membuat Persib mengakhir pertandingan dengan kemenangn 4-2. Gol Konate dicetak menit ke-78, sedangkan gol kedua Atep pada menit ke-89.
"Masih ada lubang karena kecerobohan dan masalah transisi dari menyerang ke bertahan. Pemain kami terlalu asyik menyerang dan lengah saat bertahan," kata Djadjang seperti dilansir laman resmi tim (persib.co.id). "Itu juga karena rapuhnya konsentrasi karena kami selalu kemasukan tiap tiga menit setelah cetak gol. Ini lubang yang harus diperbaiki," imbuh Djajdang.
Sementara penjaga gawang Persib I Made Wirawan menilai banyak yang harus diperbaiki timnya. Dua gol yang bersarang di gawangnya menajdi petunjuk lemahnya barisan belakang Maung Bandung. "Laga itu menjadi bahan introspeksi, dan memperlihatkan bahwa kelemahan masih ada. Kami harus perbaiki permainan melawan Kitchee nanti. Mudah-mudahan lawan Kitchee permainan kami bisa kembali maksimal," ujar Made.
Pelatih kelahiran Majalengka, Indonesia, 30 Maret 1964, itu tengah mencari formulasi yang tepat untuk meminimalisasi kekurangan. Sebab, menurut Djadjang, dua gol yang dicetak pemain Selangor, tercipta tiap tiga menit setelah Maung Bandung mencetak gol.
Persib memang menang meyakinkan pada laga persahabatan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (22/5/2015). Atep membuka pesta gol pada menit ke-32, memanfaatkan umpan terobosan Konate Makan dari sisi kiri.
Namun, selang tiga menit penyerang Selangor asal Indonesia Andik Vermansyah menyamakan kedudukan menit ke-34. Gol Andik tercipta akibat bolongnya area pertahanan Maung Bandung. Andik memanfaatkan ruang tembak yang terbuka dari luar kotak penalti.
Lalu, M Ridwan kembali membawa Persib unggul menit ke-55. Namun, lagi-lagi Selangor menyamakan kedudukan lewat gol Leandro Dos Santos tiga menit berselang atau menit ke-58. Gol Leandro bermula dari sepak pojok Andik yang mengarah kepada pemain asal Brasil itu yang berdiri bebas tanpa mendapat kawalan ketat. Tandukannya pun sukses menjebol gawang I Made Wirawan.
Untungnya, semangat tempur persib tak luntur kendati dua kali diimbangi. Konate dan Atep akhirnya membuat Persib mengakhir pertandingan dengan kemenangn 4-2. Gol Konate dicetak menit ke-78, sedangkan gol kedua Atep pada menit ke-89.
"Masih ada lubang karena kecerobohan dan masalah transisi dari menyerang ke bertahan. Pemain kami terlalu asyik menyerang dan lengah saat bertahan," kata Djadjang seperti dilansir laman resmi tim (persib.co.id). "Itu juga karena rapuhnya konsentrasi karena kami selalu kemasukan tiap tiga menit setelah cetak gol. Ini lubang yang harus diperbaiki," imbuh Djajdang.
Sementara penjaga gawang Persib I Made Wirawan menilai banyak yang harus diperbaiki timnya. Dua gol yang bersarang di gawangnya menajdi petunjuk lemahnya barisan belakang Maung Bandung. "Laga itu menjadi bahan introspeksi, dan memperlihatkan bahwa kelemahan masih ada. Kami harus perbaiki permainan melawan Kitchee nanti. Mudah-mudahan lawan Kitchee permainan kami bisa kembali maksimal," ujar Made.
(sha)