Hindari Penalti, Persib Janji Lumat Kitchee Lebih Awal
Selasa, 26 Mei 2015 - 15:28 WIB
Hindari Penalti, Persib Janji Lumat Kitchee Lebih Awal
A
A
A
BANDUNG - Drama adu penalti bisa saja terjadi di babak 16 Besar AFC Cup 2015 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Kitchee SC. Sebab di laga yang bakal digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (27/5/2015), menggunakan sistem 'knock-out'. Artinya, jika kedua kesebelasan sama kuat di waktu normal dan sama kuat kembali terjadi di dua kali tambahan waktu, maka drama adu penalti akan terjadi.
Guna mengantisipasi hal itu, sang juru taktik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mencoba melakukan simulasi penalti saat para penggawanya berlatih di Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani Bandung, Selasa (26/5/2015).
"Ini pertandingan single match siapa yang menang akan lolos ke delapan besar artinya segala sesuatunya harus dipersiapkan. Kami sepakat dengan pemain, sebetulnya tidak ingin dilanjutkan dengan ekstra time dan adu penalti. Dan kita berharap bisa menang di normal time tapi semuanya kita antisipasi. Kita persiapkan siapa tahu kalau pertandingan harus di selesaikan dengan penalti," ujar Djanur saat ditemui seusai memimpin sesi latihan.
Bahkan, pelatih yang berhasil membawa Persib juara di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 ini mengaku sudah mengantongi siapa saja algojo yang akan ditunjuknya jika di laga nanti memasuki babak adu penalti. "Untuk sementara saya sudah siapkan nama-nama itu dari hasil latihan (penendang penalti). Namun saat-saat terakhir yang harus jadi penendangnya akan saya lihat juga di pertandingan besok," tegasnya.
Sementara itu, kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep berharap drama adu penalti tidak terjadi di laga nanti. Guna menghindari hal itu, pemilik nomor punggung 7 di Persib Bandung akan berupaya keras mencetak gol cepat sejak peluit tanda berjalannya pertandingan dibunyikan.
"Bukan hanya saya, tapi semua pemain berharap jangan sampai ke babak perpanjangan waktu, atau adu penalti. Kita akan kerja keras dari awal dan mulai mencetak gol cepat," tegas Atep.
Bahkan Atep yakin, Persib Bandung dapat memenangkan pertandingan, meski secara postur badan, skuad Kitchee SC lebih diunggulkan. "Pemain Barcelona FC juga pendek-pendek. Tapi kita punya kelebihan meski postur mereka lebih tinggi banyak pemain kita punya kecepatan. Modal kami ini akan kami keluarkan ketika berhadapan dengan Kitchee apalagi main di kandang kita akan coba menekan dengan kecepatan-kecepatan kita di awal apalagi kita main di kandang. Kita akan andalkan senjata kita dengan bermain cepat," katanya.
Bermain di kandang sendiri, lanjut Atep menjadi keunggulan tersendiri bagi Persib. Sebab, selain mendapatkan dukungan langsung dari suporter kesayangannya, Atep berkeinginan memperpanjang rekor tak pernah kalah Persib selama melakoni laga kandang di AFC Cup 2015 ini.
"Kami ingin menjaga rekor kami di kandang berhadapan dengan tim luar. Karena selama ini kami tidak pernah kalah (main di kandang) kami ingin coba pertahankan itu," harapnya.
Guna mengantisipasi hal itu, sang juru taktik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mencoba melakukan simulasi penalti saat para penggawanya berlatih di Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani Bandung, Selasa (26/5/2015).
"Ini pertandingan single match siapa yang menang akan lolos ke delapan besar artinya segala sesuatunya harus dipersiapkan. Kami sepakat dengan pemain, sebetulnya tidak ingin dilanjutkan dengan ekstra time dan adu penalti. Dan kita berharap bisa menang di normal time tapi semuanya kita antisipasi. Kita persiapkan siapa tahu kalau pertandingan harus di selesaikan dengan penalti," ujar Djanur saat ditemui seusai memimpin sesi latihan.
Bahkan, pelatih yang berhasil membawa Persib juara di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 ini mengaku sudah mengantongi siapa saja algojo yang akan ditunjuknya jika di laga nanti memasuki babak adu penalti. "Untuk sementara saya sudah siapkan nama-nama itu dari hasil latihan (penendang penalti). Namun saat-saat terakhir yang harus jadi penendangnya akan saya lihat juga di pertandingan besok," tegasnya.
Sementara itu, kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep berharap drama adu penalti tidak terjadi di laga nanti. Guna menghindari hal itu, pemilik nomor punggung 7 di Persib Bandung akan berupaya keras mencetak gol cepat sejak peluit tanda berjalannya pertandingan dibunyikan.
"Bukan hanya saya, tapi semua pemain berharap jangan sampai ke babak perpanjangan waktu, atau adu penalti. Kita akan kerja keras dari awal dan mulai mencetak gol cepat," tegas Atep.
Bahkan Atep yakin, Persib Bandung dapat memenangkan pertandingan, meski secara postur badan, skuad Kitchee SC lebih diunggulkan. "Pemain Barcelona FC juga pendek-pendek. Tapi kita punya kelebihan meski postur mereka lebih tinggi banyak pemain kita punya kecepatan. Modal kami ini akan kami keluarkan ketika berhadapan dengan Kitchee apalagi main di kandang kita akan coba menekan dengan kecepatan-kecepatan kita di awal apalagi kita main di kandang. Kita akan andalkan senjata kita dengan bermain cepat," katanya.
Bermain di kandang sendiri, lanjut Atep menjadi keunggulan tersendiri bagi Persib. Sebab, selain mendapatkan dukungan langsung dari suporter kesayangannya, Atep berkeinginan memperpanjang rekor tak pernah kalah Persib selama melakoni laga kandang di AFC Cup 2015 ini.
"Kami ingin menjaga rekor kami di kandang berhadapan dengan tim luar. Karena selama ini kami tidak pernah kalah (main di kandang) kami ingin coba pertahankan itu," harapnya.
(bbk)