Djanur Bergetar Saat Indonesia Resmi Dihukum FIFA

Minggu, 31 Mei 2015 - 10:07 WIB
Djanur Bergetar Saat...
Djanur Bergetar Saat Indonesia Resmi Dihukum FIFA
A A A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengaku shock dengan keputusan FIFA selaku Federasi sepak bola yang menjatuhkan sanksi kepada persepakbolaan Indonesia. Jelas, keputusan ini akan merugikan seluruh banyak pihak termasuk Persib Bandung.

Djanur pun merasa sedih dan tak bisa berkata-kata setelah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), La Nyala Mataliti mengumumkan sanksi tersebut melalui salah satu siaran televisi nasional, Sabtu (30/5/2014) sore.

"Yang pasti shock. Memang agak bergetar melihatnya walaupun sebelumnya saya sudah tahu dan sudah dapat informasi kalau Indonesia akan mendapatkan sanksi dari FIFA. Tapi begitu saya lihat di televisi, saya sangat sedih juga," ungkap Djanur saat dihubungi melalui telepon selularnya, tadi malam.

Pelatih kelahiran Sumedang itu belum mendapat gambaran apa yang akan dilakukan pihaknya ke depan, mengingat saat timnya tengah diliburkan selama hampir dua pekan. Pastinya, kata Djanur, sanksi tersebut kan semakin memperburuk keadaan sepak bola tanah air yang saat ini tengah 'mati suri'.

Dia berharap, segala permasalahan yang dialami persepak bolaan tanah air ini segera selesai, sehingga FIFA dapat mencabut kembali keputusan sanksi tersebut.

"Saya hanya menunggu keputusan dari manajemen (PT Persib Bandung Bermartabat) nanti seperti apa ke depannya, apakah akan dibubarkan, diliburkan, ataupun bagaimana. Nantinya tergantung keputusan manajemen. Mudah-mudahan ada keputusan yang baik untuk kami," harapnya.

Seperti diberitakan, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia yaitu larangan bertanding di turnamen internasional dan juga larangan mendapatkan bantuan dari FIFA dan dari Konfederasi Sepak Bola Asia dalam bentuk dana bantuan, program, atau kursus, hingga syarat-syarat yang diberikan oleh FIFA dituruti. (Baca juga: Inilah Bentuk Hukuman FIFA Terhadap Sepak Bola Indonesia)

Wakil Ketua Umum PSSI, Erwin Dwi Budiawan, mengatakan‎ dalam surat FIFA, FIFA memberikan empat syarat bagi Indonesia agar sanksi dicabut . Pertama, Komite Eksekutif PSSI kembali mengatur sepak bola Indonesia secara independen tanpa adanya campur tangan dari pihak lain, termasuk kementrian atau agensinya.

Lalu, pengelolaan tim nasional diberikan kepada PSSI tanggung jawab seluruh kompetisi PSSI diberikan kepada otoritas PSSI dan bidang-bidang di bawahnya. Selain itu, seluruh klub yang diberi lisensi PSSI sesuai dengan Peraturan Lisensi Klub PSSI harus bisa bertanding di kompetisi PSSI.

Meski demikian, sebagaimana dicantumkan dalam surat, tim nasional Indonesia masih diperbolehkan bermain di SEA Games 2015 di Singapura.
(sha)
Berita Terkait
Persib Juara Liga, Duel...
Persib Juara Liga, Duel Persija di JIS Ricuh karena Flare dan Petasan
Persija Dikalahkan Persib,...
Persija Dikalahkan Persib, Keributan Pecah di Stadion Segiri Samarinda
Resmi, Robert Alberts...
Resmi, Robert Alberts Mundur dari Jabatan Pelatih Persib Bandung
Kenapa Persib Bandung...
Kenapa Persib Bandung Tolak Uji Coba Lawan Suwon FC?
Henhen Herdiana Rasakan...
Henhen Herdiana Rasakan Perbedaan Saat Kembali ke Persib Bandung
Jawaban Manajemen Persib...
Jawaban Manajemen Persib Soal Nasib Alberto Rodriguez
Berita Terkini
Klarifikasi Desak Made...
Klarifikasi Desak Made usai Raih Emas di Krakow: Bukan Kritik kepada Pihak Tertentu
50 menit yang lalu
Presiden FIFA Akhirnya...
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
54 menit yang lalu
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat...
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat dengan Cristiano Ronaldo
2 jam yang lalu
6 Tim Lolos ke Perempat...
6 Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina Menyusul atau Tersingkir?
2 jam yang lalu
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Ronaldo: Portugal Belum...
Ronaldo: Portugal Belum Menang Apa Pun Sebelum Saya, Euro 2016 Setara Piala Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved