Ini Pesan Mantan Arsitek Persib untuk Timnas U-23
Jum'at, 05 Juni 2015 - 16:09 WIB
Ini Pesan Mantan Arsitek Persib untuk Timnas U-23
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung khusus AFC Cup 2015, Emral Bin Bustamam menilai kekalahan tim nasional (timnas) Indonesia‎ U-23 atas Myanmar di laga perdana SEA Games 2015 di Singapura beberapa waktu lalu disebabkan karena faktor psikologis akibat konflik yang dialami persepakbolaan tanah air. Tak ayal, Garuda Muda pun tumbang dengan skor akhir 4-2.
Emral berharap di laga selanjutnya menghadapi Kamboja, Sabtu (6/6/2015), skuat Garuda Muda dapat tampil cemerlang tanpa terpengaruh konflik yang melanda. Sehingga kemenangan dapat diraih.
"Semoga saja bisa main lepas, meninggalkan sementara masalah psikologis fokus kepertandingan besok (hari ini), karena ini memperjuangkan harga diri dan nama bangsa," harap Emral saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Penampilan cemerlang, lanjut Emral, bukan hanya dapat mengharumkan nama bangsa, melainkan dapat meningkatkan daya jual pemain itu sendiri. "Harga diri artinya kalau bisa tampil dengan baik orang akan lihat, jadi masa depannya juga lebih baik, dan harga mereka juga akan meningkat. Kalau negara kita membawa nama negara di mata Internasional," jelasnya.
Faktor psikologis memang menjadi ancaman Garuda Muda. Dengan begitu instruktur kepelatihan ini berharap skuat Garuda Muda tampil lepas dengan tidak memikirkan carut marutnya dunia sepak bola tanah air.
"Masalah psikologi pemain juga terpengaruh, karena bagaimana nasib mereka setelah SEA Games mau kemana mereka? Bagaimanapun juga, meskipun sudah dibilang harus fokus-fokus, tapi enggak mungkin itu (pemain) bisa fokus," tuturnya.
Padahal selama pemusatan latihan di Bandung skuat Aji Santoso sudah mengalami peningkatan. Buktinya, mereka bisa mengalahkan timnas Malaysia dengan skor 1-0 di laga persahabatan yang telah digelar 21 Mei lalu.
"Kalau saya lihat dari hasil proses, mereka (timnas) sudah meningkat ketika melihat lawan Malaysia bagus mereka. Tapi ketika ada masalah ini, salah satunya (Ferinando) Pahabol mengundurkan diri jadi ada masalah," katanya.
"Kita lihat dulu hasil lawan Kamboja, kalau kita menang tentu motivasi meningkat, jadi targetnya satu persatu dulu, jangan langsung menagetkan pengen masuk final, kalau menang lawan Kamboja baru cari cara bagaimana konsentrasi untuk ke babak selanjutnya," pungkasnya.
Emral berharap di laga selanjutnya menghadapi Kamboja, Sabtu (6/6/2015), skuat Garuda Muda dapat tampil cemerlang tanpa terpengaruh konflik yang melanda. Sehingga kemenangan dapat diraih.
"Semoga saja bisa main lepas, meninggalkan sementara masalah psikologis fokus kepertandingan besok (hari ini), karena ini memperjuangkan harga diri dan nama bangsa," harap Emral saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Penampilan cemerlang, lanjut Emral, bukan hanya dapat mengharumkan nama bangsa, melainkan dapat meningkatkan daya jual pemain itu sendiri. "Harga diri artinya kalau bisa tampil dengan baik orang akan lihat, jadi masa depannya juga lebih baik, dan harga mereka juga akan meningkat. Kalau negara kita membawa nama negara di mata Internasional," jelasnya.
Faktor psikologis memang menjadi ancaman Garuda Muda. Dengan begitu instruktur kepelatihan ini berharap skuat Garuda Muda tampil lepas dengan tidak memikirkan carut marutnya dunia sepak bola tanah air.
"Masalah psikologi pemain juga terpengaruh, karena bagaimana nasib mereka setelah SEA Games mau kemana mereka? Bagaimanapun juga, meskipun sudah dibilang harus fokus-fokus, tapi enggak mungkin itu (pemain) bisa fokus," tuturnya.
Padahal selama pemusatan latihan di Bandung skuat Aji Santoso sudah mengalami peningkatan. Buktinya, mereka bisa mengalahkan timnas Malaysia dengan skor 1-0 di laga persahabatan yang telah digelar 21 Mei lalu.
"Kalau saya lihat dari hasil proses, mereka (timnas) sudah meningkat ketika melihat lawan Malaysia bagus mereka. Tapi ketika ada masalah ini, salah satunya (Ferinando) Pahabol mengundurkan diri jadi ada masalah," katanya.
"Kita lihat dulu hasil lawan Kamboja, kalau kita menang tentu motivasi meningkat, jadi targetnya satu persatu dulu, jangan langsung menagetkan pengen masuk final, kalau menang lawan Kamboja baru cari cara bagaimana konsentrasi untuk ke babak selanjutnya," pungkasnya.
(rus)