GP Jepang Masih Menyakitkan Buat Ayah Mendiang Jules Bianchi
Jum'at, 25 September 2015 - 15:46 WIB
GP Jepang Masih Menyakitkan Buat Ayah Mendiang Jules Bianchi
A
A
A
SUZUKA - Philippe Bianchi yang merupakan ayah mendiang pembalap Formula 1, Jules Biachi mengaku belum bisa melupakan kenangan pahit GP Jepang. Kecelakaan tragis di Sirkuit Suzuka tahun lalu telah merenggut nyawa sang anak setelah sebelumnya mengalami koma.
Jules Bianchi gagal bertarung dengan maut setelah pada Juli lalu ia meninggal dunia. "Mungkin untuk beberapa bulan atau beberapa tahun saya bisa menyaksikan lagi grand prix, saya tidak tahu. Tapi sekarang, itu sangat sulit dilakukan," papar Philippe dalam wawancara dengan BBC, Jumat (25/9/2015).
Jules yang saat ini menjadi penggawa tim Marussia mengalami kecelakaan maut hingga menderita luka serius di bagian kepala. Sekadar mengingat, cerita duka Jules itu bermula saat lintasan Suzuka basah akibat hujan dan mobil yang kendarai Jules keluar lintasan.
Jules menabrak crane yang tengah mengangkat mobil Adrian Sutil yang lebih dulu tergelincir keluar lintasan. Moncong mobil Jules langsung masuk ke dalam crane dan membuat cedera di bagian kepala.
Jules sempat menjalani perawatan di Jepang sebelum akhirnya di bawa pulang ke Prancis sampai menghembuskan nafas terakhir. Ia menjadi pembalap pertama setelah Ayrton Senna yang tewas di Imola pada 1994.
Jules Bianchi gagal bertarung dengan maut setelah pada Juli lalu ia meninggal dunia. "Mungkin untuk beberapa bulan atau beberapa tahun saya bisa menyaksikan lagi grand prix, saya tidak tahu. Tapi sekarang, itu sangat sulit dilakukan," papar Philippe dalam wawancara dengan BBC, Jumat (25/9/2015).
Jules yang saat ini menjadi penggawa tim Marussia mengalami kecelakaan maut hingga menderita luka serius di bagian kepala. Sekadar mengingat, cerita duka Jules itu bermula saat lintasan Suzuka basah akibat hujan dan mobil yang kendarai Jules keluar lintasan.
Jules menabrak crane yang tengah mengangkat mobil Adrian Sutil yang lebih dulu tergelincir keluar lintasan. Moncong mobil Jules langsung masuk ke dalam crane dan membuat cedera di bagian kepala.
Jules sempat menjalani perawatan di Jepang sebelum akhirnya di bawa pulang ke Prancis sampai menghembuskan nafas terakhir. Ia menjadi pembalap pertama setelah Ayrton Senna yang tewas di Imola pada 1994.
(bbk)