Minta Banding Dikabulkan, Kemenpora Ancam Pengadilan

Kamis, 15 Oktober 2015 - 17:51 WIB
Minta Banding Dikabulkan,...
Minta Banding Dikabulkan, Kemenpora Ancam Pengadilan
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) siap mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 91/G/2015/PTUN-JKT yang memenangkan PSSI terkait pembekuan kepengurusan PSSI. Menurut Biro Hukum Kemenpora Yusuf Suparman, pihaknya telah melengkapi semua alasan hukum untuk menganulir putusan peradilan di tingkat pertama tersebut.

Dalam memori banding setebal 21 halaman, pihak kemenpora meminta agar Majelis Hakim Tinggi untuk mencabut dan/atau setidak-tidaknya membatalkan Penetapan penundaan gugatan itu dengan memberikan penekanan bahwa semua pihak wajib mendukung kebijakan pemerintah tersebut dan 'apabila ada pihak yang menentang kebijakan tersebut merupakan tindakan pembangkangan (disobedien terhadap Negara/Pemerintah yang sah)'.

Menanggapi memori banding ini, Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan mengatakan, bahwa kalimat tersebut sama sekali tidak proporsional. Aristo pun berharap agar para penegak hukum tetap Independen dan tidak berpihak kepada siapapun.

''Itu artinya Kemenpora mengancam badan peradilan. sebagai Badan yudikatif, PTUN semestinya independen. Kalimat yang disampaikan tidak proporsional. Forumnya adalah forum yudikatif, yang independen. Kekuasaan eksekutif (presiden atau menteri) tidak bisa masuk kesana,''lanjutnya

Aristo Pangaribuan menambahkan, PSSI sebenarnya sudah berulangkali mengajak Kemenpora untuk menghentikan proses hukum dan duduk bersama untuk membahas seluruh persoalan yang ada di persepakbolaan nasional. Namun, Kemenpora tetap ngotot mengajukan banding.

Pada April, Menpora Imam Nahrawi membekukan kepengurusan PSSI. Namun keputusan pembekuan bernomor surat 01307/2015 itu digugat oleh Ketua Umum PSSI La Nyala Mattaliti ke PTUN. Hasilnya, pada Juli Majelis Hakim PTUN mengabulkan gugatan La Nyala dengan menyatakan pembekuan tersebut tak berlaku.

PTUN memerintahkan Kemenpora mencabut keputusan pembekuan tersebut. Akan tetapi putusan pengadilan tingkat pertama itu mendapat perlawanan. Menpora memerintahkan agar kuasa hukumnya mengajukan banding.
(rus)
Berita Terkait
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Kanal Bola Apresiasi...
Kanal Bola Apresiasi Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola
Covid-19 buat PSSI Jalan...
Covid-19 buat PSSI Jalan di Tempat, Sponsor Berhenti, dan Tidak Ada Pemasukan
APBN Mendukung Sepakbola...
APBN Mendukung Sepakbola Nasional, Ada Rp127,10 Miliar Mengalir ke PSSI
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
57 menit yang lalu
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
1 jam yang lalu
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
1 jam yang lalu
Inggris Juara Grup L,...
Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
2 jam yang lalu
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
4 jam yang lalu
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
5 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved