Terganjal Aturan, Ahok Urung Sponsori Rio Haryanto ke F1
Rabu, 18 November 2015 - 16:04 WIB
Terganjal Aturan, Ahok Urung Sponsori Rio Haryanto ke F1
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan Pemprov DKI Jakarta tidak bisa memberi bantuan dana kepada pembalap muda Rio Haryanto untuk bisa maju ke ajang Formula 1.
"Enggak boleh ternyata," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).
Ahok mengungkapkan hal ini terkait aturan yang dibuat oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) yang menyebut balapan bersifat komersial sehingga tidak diperbolehkan menggunakan APBD. (Baca juga: Menuju F1, Rio Haryanto Libatkan Ahok)
"Jadi atlet profesional tidak boleh kita bantu. Pokoknya atlet profesional tidak bisa, kecuali sifatnya promosi," tukas Ahok.
Promosi disini seperti dicontohkan Bank Mandiri maupun Pertamina yang mengambil tempat untuk sebagai ajang promosi. Namun Ahok tidak bisa menerapkan itu kepada Bank DKI atau BUMD lainnya.
"Misalnya Jaya Ancol buat apa gitu, Bank DKI buat apa kan. Tadinya kita berpikir boleh dengan menunjuk langsung. Ternyata enggak boleh," tukasnya.
Untuk ikut bersaing di ajang F1, Rio membutuhkan dana sedikitnya 15 juta euro atau setara Rp225 miliar. Saat ini dana yang baru terkumpul menyentuh angka 5 juta euro atau setara Rp 75 miliar dan itu didapatkan dari Pertamina.
"Enggak boleh ternyata," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).
Ahok mengungkapkan hal ini terkait aturan yang dibuat oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) yang menyebut balapan bersifat komersial sehingga tidak diperbolehkan menggunakan APBD. (Baca juga: Menuju F1, Rio Haryanto Libatkan Ahok)
"Jadi atlet profesional tidak boleh kita bantu. Pokoknya atlet profesional tidak bisa, kecuali sifatnya promosi," tukas Ahok.
Promosi disini seperti dicontohkan Bank Mandiri maupun Pertamina yang mengambil tempat untuk sebagai ajang promosi. Namun Ahok tidak bisa menerapkan itu kepada Bank DKI atau BUMD lainnya.
"Misalnya Jaya Ancol buat apa gitu, Bank DKI buat apa kan. Tadinya kita berpikir boleh dengan menunjuk langsung. Ternyata enggak boleh," tukasnya.
Untuk ikut bersaing di ajang F1, Rio membutuhkan dana sedikitnya 15 juta euro atau setara Rp225 miliar. Saat ini dana yang baru terkumpul menyentuh angka 5 juta euro atau setara Rp 75 miliar dan itu didapatkan dari Pertamina.
(sha)