Pelatih La Viola Ngamuk Timnya Disingkirkan Tim Gurem
Kamis, 17 Desember 2015 - 05:39 WIB
Pelatih La Viola Ngamuk Timnya Disingkirkan Tim Gurem
A
A
A
FLORENCE - Pelatih Fiorentina Paulo Sousa tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai disingkirkan tim gurem Carpi. Pelatih asal Portugal itu pun mengaku menghardik anak asuhnya usai laga.
Perjalanan Fiorentina di Coppa Italia musim ini terhenti di babak 16 Besar saja setelah kalah 0-1 dari Carpi, Kamis (17/12/2015) dinihari WIB. Satu-satunya gol Carpi dicetak oleh Antonio Di Gaudio pada menit ke-76.
Kekecewaan Sousa jelas tergambar lantaran La Viola tampil di hadapan pendukungnya sendiri yang memenuhi Stadion Artemio Franchi. Celakanya, mereka kalah dari Carpi yang menyandang predikat tim pendatang baru di Serie A.
"Saya marah dan kecewa, ini bukanlah hasil yang saya perkirakan. Namun ketika Anda bermain di kompetisi seperti ini, maka hal itu bisa terjadi," kata Sousa dikutip Football Italia.
"Tim berupaya menuntaskan permainan dengan aksi-aksi individu. Hal itu membuat kami tidak solid dan memungkinkan lawan untuk melukai kami lewat serangan balik," lanjutnya.
Selain menuntut pemainnya untuk tidak tampil egois di atas lapangan, Sousa juga meminta pemainnya untuk tampil lebih disiplin mengantisipasi serangan balik lawan. "Kami membayar harga yang mahal untuk pendekatan tersebut," tutupnya.
Fiorentina mengikuti jejak AS Roma tersingkir dari babak 16 Besar Coppa Italia 2015. Tim asal Ibu kota gagal lolos usai kalah di babak adu penalti dengan skor akhir 2-4 menghadapi Spezia. (Baca juga : Fiorentina Susul Roma Keluar dari Coppa Italia)
Perjalanan Fiorentina di Coppa Italia musim ini terhenti di babak 16 Besar saja setelah kalah 0-1 dari Carpi, Kamis (17/12/2015) dinihari WIB. Satu-satunya gol Carpi dicetak oleh Antonio Di Gaudio pada menit ke-76.
Kekecewaan Sousa jelas tergambar lantaran La Viola tampil di hadapan pendukungnya sendiri yang memenuhi Stadion Artemio Franchi. Celakanya, mereka kalah dari Carpi yang menyandang predikat tim pendatang baru di Serie A.
"Saya marah dan kecewa, ini bukanlah hasil yang saya perkirakan. Namun ketika Anda bermain di kompetisi seperti ini, maka hal itu bisa terjadi," kata Sousa dikutip Football Italia.
"Tim berupaya menuntaskan permainan dengan aksi-aksi individu. Hal itu membuat kami tidak solid dan memungkinkan lawan untuk melukai kami lewat serangan balik," lanjutnya.
Selain menuntut pemainnya untuk tidak tampil egois di atas lapangan, Sousa juga meminta pemainnya untuk tampil lebih disiplin mengantisipasi serangan balik lawan. "Kami membayar harga yang mahal untuk pendekatan tersebut," tutupnya.
Fiorentina mengikuti jejak AS Roma tersingkir dari babak 16 Besar Coppa Italia 2015. Tim asal Ibu kota gagal lolos usai kalah di babak adu penalti dengan skor akhir 2-4 menghadapi Spezia. (Baca juga : Fiorentina Susul Roma Keluar dari Coppa Italia)
(aww)