Chelsea Inginkan Pemain 12 Tahun Milik Barcelona
Jum'at, 08 Januari 2016 - 13:00 WIB
Chelsea Inginkan Pemain 12 Tahun Milik Barcelona
A
A
A
BARCELONA - Akademi sepak bola Barcelona atau yang dikenal dengan nama La Masia sangat sering mencetak pemain-pemain bintang dunia. Josep Guardiola, Xavi Hernandez, Carles Puyol, Mikel Arteta, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, Gerard Pique dan Lionel Messi merupakan nama-nama beken yang lahir dari akademi tersebut.
Setelah mereka, kini La Masia memiliki bintang baru bernama Xavi Simons. Pemain 12 tahun itu mempunyai bakat luar biasa hingga disebut-sebut sebagai titisan Xavi Hernandez.
Menurut laporan Daily Mail, Jumat (8/1/2016) Xavi sudah diincar banyak klub raksasa Eropa. Namun hanya Chelsea yang paling rajin melakukan pendekatan pada sang pemain.
"Agen ada di mana-mana. Mereka sudah mendekati saya dan memberikan penawaran untuk Xavi. Mereka menawarkan kontrak dan uang yang sebelumnya tak bisa Anda bayangkan," ucap ayah Xavi, Regillio Simons.
"Dalam dunia sepak bola, Anda tidak bisa menghentikan ini. Sebagai orang tua, ini merupakan pilihan sulit. Jika Anda mencari uang dalam jumlah besar, masuk akal jika menyetujui tawaran mereka. Namun sekarang kami belum membutuhkan itu. Kami akan menjauhi mereka dengan cara yang sepantasnya," jelas Regillio yang bekerja sebagai staf pelatih di Ajax Amsterdam.
Menurut Regillio, Xavi masih harus menempuh pendidikan di La Masia. Jika waktunya tepat, ia tidak menutup kemungkinan untuk membiarkan anaknya pindah ke klub lain.
"Yang terpenting saat ini adalah perkembangan Xavi. Kami ingin agar dia berada di lingkungan yang tepat. Chelsea sudah bicara dengan saya, namun prioritas kami bukanlah uang. Barcelona sudah dikenal sebagai klub besar dan Xavi bisa mendapatkan tekanan yang baik selama di sini," ucapnya.
Xavi lahir di Amsterdam, namun saat usianya tiga tahun ia dan keluarganya pindah ke Alicante di Spanyol. Ketika masih anak-anak, bakatnya diketahui oleh Villarreal dan setelah itu Xavi melanjutkan pendidikannya ke akademi La Masia.
"Dia sempat bergabung dengan Villarreal. Mereka sangat senang dengan kemajuannya dan Xavi sempat ditawari bermain dalam tim Villarreal U-9. Namun saya pikir ajakan tersebut terlalu cepat. Waktu itu dia masih enam tahun, jadi saya menolaknya. Seminggu kemudian Barcelona datang dan mereka menginginkannya," jelas Regillio.
Setelah mereka, kini La Masia memiliki bintang baru bernama Xavi Simons. Pemain 12 tahun itu mempunyai bakat luar biasa hingga disebut-sebut sebagai titisan Xavi Hernandez.
Menurut laporan Daily Mail, Jumat (8/1/2016) Xavi sudah diincar banyak klub raksasa Eropa. Namun hanya Chelsea yang paling rajin melakukan pendekatan pada sang pemain.
"Agen ada di mana-mana. Mereka sudah mendekati saya dan memberikan penawaran untuk Xavi. Mereka menawarkan kontrak dan uang yang sebelumnya tak bisa Anda bayangkan," ucap ayah Xavi, Regillio Simons.
"Dalam dunia sepak bola, Anda tidak bisa menghentikan ini. Sebagai orang tua, ini merupakan pilihan sulit. Jika Anda mencari uang dalam jumlah besar, masuk akal jika menyetujui tawaran mereka. Namun sekarang kami belum membutuhkan itu. Kami akan menjauhi mereka dengan cara yang sepantasnya," jelas Regillio yang bekerja sebagai staf pelatih di Ajax Amsterdam.
Menurut Regillio, Xavi masih harus menempuh pendidikan di La Masia. Jika waktunya tepat, ia tidak menutup kemungkinan untuk membiarkan anaknya pindah ke klub lain.
"Yang terpenting saat ini adalah perkembangan Xavi. Kami ingin agar dia berada di lingkungan yang tepat. Chelsea sudah bicara dengan saya, namun prioritas kami bukanlah uang. Barcelona sudah dikenal sebagai klub besar dan Xavi bisa mendapatkan tekanan yang baik selama di sini," ucapnya.
Xavi lahir di Amsterdam, namun saat usianya tiga tahun ia dan keluarganya pindah ke Alicante di Spanyol. Ketika masih anak-anak, bakatnya diketahui oleh Villarreal dan setelah itu Xavi melanjutkan pendidikannya ke akademi La Masia.
"Dia sempat bergabung dengan Villarreal. Mereka sangat senang dengan kemajuannya dan Xavi sempat ditawari bermain dalam tim Villarreal U-9. Namun saya pikir ajakan tersebut terlalu cepat. Waktu itu dia masih enam tahun, jadi saya menolaknya. Seminggu kemudian Barcelona datang dan mereka menginginkannya," jelas Regillio.
(bep)