Rossi-Lorenzo Makin Ngebut, Kubu Marquez Panik
Kamis, 21 Januari 2016 - 17:18 WIB
Rossi-Lorenzo Makin Ngebut, Kubu Marquez Panik
A
A
A
MOTEGI - Perubahan regulasi di MotoGP 2016 membuat Honda mati-matian menemukan setting motor yang pas. Setelah musim lalu gagal memertahankan trofi kejuaraan, kepala tim Repsol Honda Livio Suppo mengaku timnya bekerja ekstra keras lagi di pengujian pramusim guna mendapatkan motor yang lebih baik.
Pembalap Yamaha Jorge Lorenzo berhasil mencuri gelar juara MotoGP dari tangan Marc Marquez. Kini, jalan terjal menerpa Honda setelah perubahan regulasi dianggap makin menyulitkan mereka memersiapkan diri menyambut musim 2016.
Perubahan regulasi yang mengharuskan pembalap menjajal alat serba baru seperti ban Michelin dan perangkat elektronik standar seolah jadi momok semua tim, tak terkecuali Honda. Bahkan beberapa waktu lalu Marquez mengaku akan sulit bersaing jika timnya tak mampu mengatasi masalah tersebut. (Baca Juga: Tatap MotoGP 2016, Marquez Dibayangi Kegagalan Musim Lalu)
Beruntung, setiap tim punya persiapan sekitar sepuluh hari pengujian pramusim yang berlangsung di Sirkuit Sepang (Malaysia), Phillip Island (Australia), dan Losail (Qatar). Dalam kesempatan itu, pembalap kembali menguji penggunaan ban Michelin dan menemukan penyesuaian pada penggunaan software standar Magneti Marelli.
"Kami selalu punya harapan yang tinggi, tapi tahun ini sedikit berbeda. Kami punya ban baru dan perangkat elektronik yang sama untuk semua. Dua perubahan yang cukup besar," ucap Suppo dilansir AS.es, Kamis (21/1/2016).
Untuk itu, Suppo menegaskan jika timnya bakal fokus habis-habisan di masa pengujian pramusim nanti. Terlebih, saingan beratnya Yamaha dianggap sudah bisa memangkas waktu mereka di trek lurus yang biasanya jadi keunggulan Honda.
"Tes akan sangat, sangat penting. Tujuan insinyur kami adalah membuat motor lebih mudah dinaiki. Saya harap mereka bisa membuat motor yang lebih baik, terlebih Yamaha mulai menemukan kecepatan di trek lurus. Semua orang akan sibuk," pungkasnya.
Pembalap Yamaha Jorge Lorenzo berhasil mencuri gelar juara MotoGP dari tangan Marc Marquez. Kini, jalan terjal menerpa Honda setelah perubahan regulasi dianggap makin menyulitkan mereka memersiapkan diri menyambut musim 2016.
Perubahan regulasi yang mengharuskan pembalap menjajal alat serba baru seperti ban Michelin dan perangkat elektronik standar seolah jadi momok semua tim, tak terkecuali Honda. Bahkan beberapa waktu lalu Marquez mengaku akan sulit bersaing jika timnya tak mampu mengatasi masalah tersebut. (Baca Juga: Tatap MotoGP 2016, Marquez Dibayangi Kegagalan Musim Lalu)
Beruntung, setiap tim punya persiapan sekitar sepuluh hari pengujian pramusim yang berlangsung di Sirkuit Sepang (Malaysia), Phillip Island (Australia), dan Losail (Qatar). Dalam kesempatan itu, pembalap kembali menguji penggunaan ban Michelin dan menemukan penyesuaian pada penggunaan software standar Magneti Marelli.
"Kami selalu punya harapan yang tinggi, tapi tahun ini sedikit berbeda. Kami punya ban baru dan perangkat elektronik yang sama untuk semua. Dua perubahan yang cukup besar," ucap Suppo dilansir AS.es, Kamis (21/1/2016).
Untuk itu, Suppo menegaskan jika timnya bakal fokus habis-habisan di masa pengujian pramusim nanti. Terlebih, saingan beratnya Yamaha dianggap sudah bisa memangkas waktu mereka di trek lurus yang biasanya jadi keunggulan Honda.
"Tes akan sangat, sangat penting. Tujuan insinyur kami adalah membuat motor lebih mudah dinaiki. Saya harap mereka bisa membuat motor yang lebih baik, terlebih Yamaha mulai menemukan kecepatan di trek lurus. Semua orang akan sibuk," pungkasnya.
(bbk)