Belum Teruji, Ini Rekam Jejak Pelatih Anyar Arema
Rabu, 27 Januari 2016 - 17:52 WIB
Belum Teruji, Ini Rekam Jejak Pelatih Anyar Arema
A
A
A
MALANG - Milomir 'Milo' Seslija resmi menjadi Pelatih Arema Cronus, Rabu (27/1/2016). Mantan Pelatih Sabah FA itu diharapkan membawa harapan baru dan menjanjikan kemenangan di tiap pertandingan Singo Edan.
Pelatih yang akrab disapa Milo itu dikontrak Arena selama satu musim, dan mulai bertugas memimpin sesi latihan Rabu sore di Stadion Gajayana. Tugas pertama pelatih kelahiran Sarajevo, Bosnia, 21 Juli 1964, itu menyiapkan tim untuk pertandingan uji coba di Purwokerto, Minggu (31/1/2016). (Baca juga: Resmi! Arema Perkenalkan Pelatih Asal Bosnia dan Raphael Maitimo).
"Milo menjadi pilihan tepat untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada di tim Arema Cronus," demikian pernyataan resmi klub dalam laman resmi (aremafc.com), Rabu (27/1/2016). "Potensi tersebut bukan hanya dari sisi komposisi pemain, taktik dan strategi, namun juga membangun kebersamaan diantara pemain, ofisial, dan tentu saja Aremania (fans Arema)."
Arema begitu yakin dengan kemampuan teknis Milo, meski mantan pelatih FK Slavija Sarajevo itu belum lama mendalami kultur sepak bola Indonesia. Di sepak bola Indonesia, keampuhan racikan Milo sejatinya belum sepenuhnya terlihat dan teruji.
Saat terlibat di dua tim Indonesia (Arema IPL dan Barito Putera), kariernya tak tuntas. Di Arema IPL pada musim 2012, Milo berhenti menjadi pelatih lantaran persoalan dualisme klub, dan dia digantikan Dejan Antonic.
Sementara saat bergabung dengan Barito Putera pada 2015 lalu, Milo menjabat direktur teknik membantu Pelatih Salahudin. Di Barito, karier Milo juga terhenti hanya beberapa bulan saja. Itu lantaran kompetisi Indonesia Super League (ISL) dihentikan PSSI setelah berseteru dengan Kemenpora.
Menurut Arema, kematangan Milo dibuktikan dari sederet pengalamannya menangani sejumlah klub. Memang, sebelum gabung Arema IPL, Barito, dan Arema Cronus, Milo sempat berkiprah di sejumlah klub, seperti Slavija Sarajevo (2002–2003), NK Napredak Bosnia (2004–2005), Velez Mostar Bosnia (2005–2007), Dhofar Club Oman (2007–2008), Al Seeb Oman (2008–2009), Rudar Kakanj Bosnia (2009–2010), Arema Indonesia (2011-2012), Sabah FA Malaysia (2013–2014).
Tapi, kendati sarat pengalaman menangani sejumlah klub, Milo memiliki catatan kemenangan yang belum superior. Berdasarkan laman transfermarkt.co.uk, ratio kemenangan Milo saat menjadi pelatih Slavija Sarajevo pada 2013 di kompetisi Liga Primer Bosnia-Herzegovina, dari 15 laga, dia hanya memetik lima kemenangan atau rata-rata 33,3%, lalu hasil seri 13,3% , dan kekalahan mencapai 53,3%. Sedangkan poin per laga sebagai pelatih mencapai 1,13 poin.
Pelatih yang akrab disapa Milo itu dikontrak Arena selama satu musim, dan mulai bertugas memimpin sesi latihan Rabu sore di Stadion Gajayana. Tugas pertama pelatih kelahiran Sarajevo, Bosnia, 21 Juli 1964, itu menyiapkan tim untuk pertandingan uji coba di Purwokerto, Minggu (31/1/2016). (Baca juga: Resmi! Arema Perkenalkan Pelatih Asal Bosnia dan Raphael Maitimo).
"Milo menjadi pilihan tepat untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada di tim Arema Cronus," demikian pernyataan resmi klub dalam laman resmi (aremafc.com), Rabu (27/1/2016). "Potensi tersebut bukan hanya dari sisi komposisi pemain, taktik dan strategi, namun juga membangun kebersamaan diantara pemain, ofisial, dan tentu saja Aremania (fans Arema)."
Arema begitu yakin dengan kemampuan teknis Milo, meski mantan pelatih FK Slavija Sarajevo itu belum lama mendalami kultur sepak bola Indonesia. Di sepak bola Indonesia, keampuhan racikan Milo sejatinya belum sepenuhnya terlihat dan teruji.
Saat terlibat di dua tim Indonesia (Arema IPL dan Barito Putera), kariernya tak tuntas. Di Arema IPL pada musim 2012, Milo berhenti menjadi pelatih lantaran persoalan dualisme klub, dan dia digantikan Dejan Antonic.
Sementara saat bergabung dengan Barito Putera pada 2015 lalu, Milo menjabat direktur teknik membantu Pelatih Salahudin. Di Barito, karier Milo juga terhenti hanya beberapa bulan saja. Itu lantaran kompetisi Indonesia Super League (ISL) dihentikan PSSI setelah berseteru dengan Kemenpora.
Menurut Arema, kematangan Milo dibuktikan dari sederet pengalamannya menangani sejumlah klub. Memang, sebelum gabung Arema IPL, Barito, dan Arema Cronus, Milo sempat berkiprah di sejumlah klub, seperti Slavija Sarajevo (2002–2003), NK Napredak Bosnia (2004–2005), Velez Mostar Bosnia (2005–2007), Dhofar Club Oman (2007–2008), Al Seeb Oman (2008–2009), Rudar Kakanj Bosnia (2009–2010), Arema Indonesia (2011-2012), Sabah FA Malaysia (2013–2014).
Tapi, kendati sarat pengalaman menangani sejumlah klub, Milo memiliki catatan kemenangan yang belum superior. Berdasarkan laman transfermarkt.co.uk, ratio kemenangan Milo saat menjadi pelatih Slavija Sarajevo pada 2013 di kompetisi Liga Primer Bosnia-Herzegovina, dari 15 laga, dia hanya memetik lima kemenangan atau rata-rata 33,3%, lalu hasil seri 13,3% , dan kekalahan mencapai 53,3%. Sedangkan poin per laga sebagai pelatih mencapai 1,13 poin.
(sha)