Nasib Ahmad Agung Menggantung di Antara PSIS dan Bali United
Kamis, 28 Januari 2016 - 15:58 WIB
Nasib Ahmad Agung Menggantung di Antara PSIS dan Bali United
A
A
A
SEMARANG - PSIS Semarang menegaskan tidak menghalangi karir Ahmad Agung Setiabudi untuk bergabung dengan klub Bali United. Durasi kontrak jangka panjang terhadap Ahmad Agung, merupakan konsekuensi dari klub profesional, untuk melakukan pembinaan terhadap pemain berbakat.
''Kita ingin membina pemain muda potensial dengan memberinya kontrak tiga tahun, salah satu tujuannya itu. Melihat ini potensi, wajib ada perhatian, apalagi aset Semarang,”kata Penasihat PSIS Semarang Wahyu Winarto, Kamis (28/1).
Pria yang akrab disapa Liluk itu mengatakan, sebagai klub profesional, ada kewajiban dari PSIS untuk memberikan perhatian khusus. Karenanya, apa yang menjadi keharusan tim sudah dilaksanakan.
”Itu kewajiban, makanya dilakukan. Kami tidak mempermasalakan jika Ahmad Agung dipinjam Bali United, yang penting ada kesepakatan dengan klub lama, berapa lama durasinya,”ucapnya.
Baca juga: Selangkah Lagi Gabung Bali United, Ahmad Agung Dipertahankan PSIS
Beberapa pemain muda asal Kota Atlas saat ini memilih berkarir di luar Provinsi Jawa Tengah. Seperti Ricky Fajrin dan Rafi Murdianto di Bali United. Kemudian, Septian David Maulana, yang ikut klub lebih jauh lagi, yakni di Mitra Kukar, klub asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pihaknya menginginkan agar pemain muda yang memiliki potensi besar dan telah direkrut oleh PSIS, tidak dibajak oleh klub lainnya. ”Salah satunya itu (agar tidak dibajak). Kalau Ricky Fajrin, David dan Septian itu belum pernah bergabung dengan PSIS. Mereka pemain yang dipanggil mengikuti pelatnas, ada yang sejak U-17 hingga U-19,” tuturnya.
Sikap PSIS yang keukeuh untuk nggondeli (menahan) salah satu gelandang bertahan potensialnya itu membuat Ahmad Agung meradang. Pemain musim 2015 bernomor punggung 24 itu justru mengalami posisi sulit.
Ketika sudah mendapat lampu hijau untuk bergabung dengan Bali United, Mahesa Jenar justru keberatan untuk melepasnya. ''Status saya di Bali United tidak jelas, di PSIS juga tidak jelas. Saya masih menggantung, sepertinya belum ada keputusan,”kata Ahmad Agung.
Kendati manajemen masih menyatakan pemain 19 tahun itu dalam status terikat kontrak, PSIS hingga saat ini juga tidak kunjung melakukan pembentukan tim. Pengurus berdalih, belum ada kegiatan yang akan diikuti oleh klub.
Piala Gubernur 2016, yang digagas PSIS sendiri, kemungkinan baru diputar pada Mei. Di Pulau Dewata sendiri, Agung mengaku juga belum mendapat keputusan resmi karena ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi. ”Makanya saya pulang ke Semarang. Di Bali belum ada kepastian, di Semarang belum ada keputusan,” keluhnya.
Asisten Pelatih Bali United Eko Purjianto memastikan bahwa Ahmad Agung belum resmi diikat kontrak oleh tim.”Belum ada kontrak dengan Bali United,”kata mantan pemain PSIS dan tim nasional itu.
''Kita ingin membina pemain muda potensial dengan memberinya kontrak tiga tahun, salah satu tujuannya itu. Melihat ini potensi, wajib ada perhatian, apalagi aset Semarang,”kata Penasihat PSIS Semarang Wahyu Winarto, Kamis (28/1).
Pria yang akrab disapa Liluk itu mengatakan, sebagai klub profesional, ada kewajiban dari PSIS untuk memberikan perhatian khusus. Karenanya, apa yang menjadi keharusan tim sudah dilaksanakan.
”Itu kewajiban, makanya dilakukan. Kami tidak mempermasalakan jika Ahmad Agung dipinjam Bali United, yang penting ada kesepakatan dengan klub lama, berapa lama durasinya,”ucapnya.
Baca juga: Selangkah Lagi Gabung Bali United, Ahmad Agung Dipertahankan PSIS
Beberapa pemain muda asal Kota Atlas saat ini memilih berkarir di luar Provinsi Jawa Tengah. Seperti Ricky Fajrin dan Rafi Murdianto di Bali United. Kemudian, Septian David Maulana, yang ikut klub lebih jauh lagi, yakni di Mitra Kukar, klub asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pihaknya menginginkan agar pemain muda yang memiliki potensi besar dan telah direkrut oleh PSIS, tidak dibajak oleh klub lainnya. ”Salah satunya itu (agar tidak dibajak). Kalau Ricky Fajrin, David dan Septian itu belum pernah bergabung dengan PSIS. Mereka pemain yang dipanggil mengikuti pelatnas, ada yang sejak U-17 hingga U-19,” tuturnya.
Sikap PSIS yang keukeuh untuk nggondeli (menahan) salah satu gelandang bertahan potensialnya itu membuat Ahmad Agung meradang. Pemain musim 2015 bernomor punggung 24 itu justru mengalami posisi sulit.
Ketika sudah mendapat lampu hijau untuk bergabung dengan Bali United, Mahesa Jenar justru keberatan untuk melepasnya. ''Status saya di Bali United tidak jelas, di PSIS juga tidak jelas. Saya masih menggantung, sepertinya belum ada keputusan,”kata Ahmad Agung.
Kendati manajemen masih menyatakan pemain 19 tahun itu dalam status terikat kontrak, PSIS hingga saat ini juga tidak kunjung melakukan pembentukan tim. Pengurus berdalih, belum ada kegiatan yang akan diikuti oleh klub.
Piala Gubernur 2016, yang digagas PSIS sendiri, kemungkinan baru diputar pada Mei. Di Pulau Dewata sendiri, Agung mengaku juga belum mendapat keputusan resmi karena ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi. ”Makanya saya pulang ke Semarang. Di Bali belum ada kepastian, di Semarang belum ada keputusan,” keluhnya.
Asisten Pelatih Bali United Eko Purjianto memastikan bahwa Ahmad Agung belum resmi diikat kontrak oleh tim.”Belum ada kontrak dengan Bali United,”kata mantan pemain PSIS dan tim nasional itu.
(aww)