Arema dan Filosofi Milo yang Alergi Rotasi

Senin, 29 Februari 2016 - 15:17 WIB
Arema dan Filosofi Milo...
Arema dan Filosofi Milo yang Alergi Rotasi
A A A
MALANG - Kedatangan pelatih Milomir Seslija ke Arema Cronus tak hanya menyuguhkan polemik seputar transfer pemain. Pelatih ini memperkenalkan moto klasik di sepak bola yakni 'never change the winning team'.

Semasa ditangani mendiang Suharno dan kemudian dilanjut Joko Susilo, Arema sering melakukan perombakan tim di tiap pertandingan. Artinya, hampir selalu saja ada pemain di posisi starter yang mengalami perubahan dengan beberapa alasan, di antaranya menghemat stamina.

Arema juga pernah menurunkan formasi dan komposisi berbeda di tiap pertandingan agar strategi tak terendus lawan. Itu semua memang tidak salah mengingat Singo Edan memiliki banyak pemain untuk diturunkan, apalagi saat vakum kompetisi dan pemain ingin mendapatkan jatah bermain.

Itu semua berubah dengan kedatangan Milomir Seslija. Mengamati perjalanan Arema Cronus di empat laga turnamen resmi, yakni Bali Island Cup (BIC) 2016 dan Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2016, Milo sama sekali tak tertarik mengubah starting line-up.

Tak peduli recovery yang pendek dengan jarak pertandingan mepet, dia tetap menurunkan skema yang nyaris sama. Dari Bali hingga Kalimantan, perubahan terbesar di posisi starter adalah hadirnya Goran Gancev menggantikan Kiko Insa yang masuk daftar pinjam karena dianggap kurang maksimal.

Selain itu Milo tetap mempertahankan komposisi awal. Kiper Kadek Wardana, bek Hasim Kipuw, Hamka Hamzah, Johan Alfarizie, masih mendapat jatah turun sejak awal. Srdjan Lopicic, Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, Cristian Gonzalez, Dendi Santoso dan Esteban Vizcarra juga menjadi langganan tetap.

Milo memang sejak di Bali mengatakan akan melakukan rotasi. Namun, hingga sejauh ini, rotasi tersebut dalam menerapannya adalah pergantian pemain di tengah pertandingan, bukan mengubah skema awal atau starting line-up jika tanpa alasan yang jelas.

Ini menjadi kabar baik sekaligus kurang nyaman bagi pemain. Mereka yang langganan starter tentu bisa mengoptimalkan kemampuannya karena mendapat kesempatan lebih. Catat saja Dendi Santoso yang kepercayaan diri dan performanya terus menanjak termasuk di Kalimantan.

Namun bagi pemain yang tak masuk starter, tentu menjadi masa-masa yang berat dan membosankan berada di bangku cadangan. Juan Revi misalnya, pemain yang sebelumnya langganan starter, kini harus bersabar menunggu pergantian pemain. Apalagi Sunarto yang tak pernah benar-benar menjanjikan.

Keputusan Milomir Seslija ini juga sangat mendukung konsistensi tim, karena dengan komposisi yang hampir selalu sama maka chemistry antar pemain bisa lebih melekat. Walau pun tetap ada potensi timpang ketika ada satu atau lebih pemain inti yang cedera.

Keberadaan eks direktur teknik Barito Putra tersebut sejauh ini juga menunjukkan bahwa dalam sebuah tim tetap ada persaingan. Ada peringkat berdasar beberapa aspek. Pemain dengan level performa, fisik dan mental terbaik, stabil dan konsisten, akan terus mendapat kesempatan.

Sementara, pemain di bangku cadangan harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Begitulah tim sepak bola. Ada penyaringan untuk tim inti, bukan menganggap semua pemain sama kemudian digilir bermain hanya merasa kasihan tak pernah
tampil.

Filosofi Milo sejauh ini cukup berhasil dalam menerjemahkan 'never change the winning team'. Selalu menang di empat pertandingan resmi, yakni di Bali hingga berlanjut ke Kalimantan. Tanda-tanda melakukan perombakan starting line-up belum juga muncul, kecuali masuknya Goran Gancev.

Tidak adanya gangguan kebugaran dan penurunan performa dari tim utama, menjadi tanda The Best Eleven masih akan bertahan untuk laga kontra Pusamania Borneo FC. Kecuali ada kebutuhan darurat, Milo tampaknya belum akan mengubah komposisi terbaiknya.
(aww)
Berita Terkait
Jelang Piala Wali Kota...
Jelang Piala Wali Kota Solo, Arema Datangkan Dua Pemain Asing
6 Fakta Arema FC Lolos...
6 Fakta Arema FC Lolos ke Final Piala Presiden 2022, Nomor 3 Aksi Brilian Rizky Dwi Febrianto
Profil Choi Bo-Kyeong,...
Profil Choi Bo-Kyeong, Bek Korea Selatan Penjaga Pertahanan Arema FC
Arema FC Pecah Telur,...
Arema FC Pecah Telur, Valente Beberkan Rahasia Kemenangan Perdana Singo Edan
Mario Gomez Pamit, Arema...
Mario Gomez Pamit, Arema Pasrah
PN Malang Eksekusi Rumah...
PN Malang Eksekusi Rumah Pendiri Arema Lucky Acub Zaenal, Barang-barang Dikeluarkan Secara Paksa
Berita Terkini
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
1 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
3 jam yang lalu
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Team RSTelkomsel 5G...
Team RSTelkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
5 jam yang lalu
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
6 jam yang lalu
Christian Eriksen Kembali...
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan saat Uji CobaDenmark vs Ukraina
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved