Rossi Ungkap Alasan Menuduh Marquez Bersekongkol dengan Lorenzo
Kamis, 10 Maret 2016 - 06:01 WIB
Rossi Ungkap Alasan Menuduh Marquez Bersekongkol dengan Lorenzo
A
A
A
TAVULLIA - Valentino Rossi mengungkapkan alasannya mengapa ia menuduh Marc Marquez membantu Jorge Lorenzo jadi juara dunia di Grand Prix Malaysia 2015. Ia menilai hanya cara itu menunjukkan kepada dunia aksi 'kotor' pembalap Repsol Honda.
Hubungan Rossi dan Marquez retak setelah insiden GP Malaysia. Berselisih sejak sesi konferensi pers, kedua pembalap terlibat kontak di Sirkuit Sepang yang membuat Rossi dijatuhi hukuman Race Direction.
Kejadian itu membuat pembalap Yamaha mendapat penalti di seri balap Valencia. Akibatnya, ia gagal bersaing dengan Jorge Lorenzo dan kehilangan gelar juara dunia yang sudah di depan mata.
Hingga sekarang, menjelang seri balap perdana musim 2016 digelar 20 Maret mendatang, Rossi masih merasa kecewa dengan aksi Marquez yang dianggap menghalanginya jadi juara dunia. Ia menjelaskan, sikapnya di Malaysia sudah benar agar semua orang tahu.
"Saya sudah berpikir panjang dan keras tentang apa yang telah terjadi. Saya juga berpikir mungkin akan lebih baik tidak melakukannya, tapi saya aku melakukannya karena menyadari saya sangat kacau," katanya kepada motosprint.
"Sudah sangat sulit mengalahkan Lorenzo dalam situasi normal. Tetapi ketika Marquez melawan saya, saya sadar saya dalam keadaan kacau,"
"Kejadian konferensi pers adalah hanya untuk mengintimidasi Marquez. Saya juga sudah menghubungi Race Direction untuk mendapat perhatian atas kasus ini,"
"Kami mencoba untuk berbicara ke arah balapan tetapi mereka tidak mendengarkan kami, jadi saya mencoba cara lain seperti ini. Saya pikir mereka sudah meremehkan masalah karena apa yang terjadi adalah sesuatu yang tak seorang pun harapkan,"
"Saya dan mereka tidak menginginkan hal ini terjadi, sehingga ketika memberitahu mereka, mereka berbalik memandang kami dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Masalah ini sudah diremehkan. Ini bisa dihindari jika bisa berbicara bersama di Malaysia," pungkasnya.
Hubungan Rossi dan Marquez retak setelah insiden GP Malaysia. Berselisih sejak sesi konferensi pers, kedua pembalap terlibat kontak di Sirkuit Sepang yang membuat Rossi dijatuhi hukuman Race Direction.
Kejadian itu membuat pembalap Yamaha mendapat penalti di seri balap Valencia. Akibatnya, ia gagal bersaing dengan Jorge Lorenzo dan kehilangan gelar juara dunia yang sudah di depan mata.
Hingga sekarang, menjelang seri balap perdana musim 2016 digelar 20 Maret mendatang, Rossi masih merasa kecewa dengan aksi Marquez yang dianggap menghalanginya jadi juara dunia. Ia menjelaskan, sikapnya di Malaysia sudah benar agar semua orang tahu.
"Saya sudah berpikir panjang dan keras tentang apa yang telah terjadi. Saya juga berpikir mungkin akan lebih baik tidak melakukannya, tapi saya aku melakukannya karena menyadari saya sangat kacau," katanya kepada motosprint.
"Sudah sangat sulit mengalahkan Lorenzo dalam situasi normal. Tetapi ketika Marquez melawan saya, saya sadar saya dalam keadaan kacau,"
"Kejadian konferensi pers adalah hanya untuk mengintimidasi Marquez. Saya juga sudah menghubungi Race Direction untuk mendapat perhatian atas kasus ini,"
"Kami mencoba untuk berbicara ke arah balapan tetapi mereka tidak mendengarkan kami, jadi saya mencoba cara lain seperti ini. Saya pikir mereka sudah meremehkan masalah karena apa yang terjadi adalah sesuatu yang tak seorang pun harapkan,"
"Saya dan mereka tidak menginginkan hal ini terjadi, sehingga ketika memberitahu mereka, mereka berbalik memandang kami dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Masalah ini sudah diremehkan. Ini bisa dihindari jika bisa berbicara bersama di Malaysia," pungkasnya.
(sha)