Lorenzo Bakal ke Ducati, Ini Komentar Bos Yamaha
Kamis, 07 April 2016 - 23:50 WIB
Lorenzo Bakal ke Ducati, Ini Komentar Bos Yamaha
A
A
A
TEXAS - Yamaha masih terus merayu Jorge Lorenzo untuk mau memperpanjang kontraknya. Namun jika gagal menahannya, bos Tim Garpu Tala Lin Jarvis sudah punya rencana lain.
Seperti dikutip Marca, Kamis (7/4/2016), Jarvis menilai timnya sudah tentu berharap Lorenzo mau bertahan. Penampilan pembalap asal Spanyol musim lalu jadi pertimbangan utamanya.
"Tentu saja kami tertarik menjaga Lorenzo, tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah menunjukkan dirinya pembalap tercepat. Sebelumnya dipegang Marc Marquez, tapi ia bisa melewatinya," ucap Jarvis.
"Tahun lalu meski Rossi memimpin balapan hingga akhir, Lorenzo tetaplah pembalap tercepat di trek. Kami sudah bekerja sama dengannya selama delapan tahun dan itu jadi sangat hebat bisa bekerja dengan orang yang sama dalam waktu lama. Jadi, mengapa kami meninggalkannya?" tegasnya.
Namun demikian, Jarvis tak menutup kemungkinan jika peluang hengkang Lorenzo juga cukup besar. Untuk itu, ia punya rencana soal bagaimana memperlakukan pembalapnya musim ini jika memutuskan hengkang. "Jika dia pergi, kami akan memperlakukannya secara optimal sampai balapan terakhir," katanya singkat.
Sejauh ini, beredar kabar Yamaha sudah mendekati Maverick Vinales. Pembalap belia Suzuki itu digadang-gadang jadi Plan B Yamaha musim depan untuk diduetkan dengan Valentino Rossi.
Lorenzo sendiri belum mau menandatangani kontrak Yamaha hingga saat ini. Hal itu membuat Ducati bergerak cepat dengan berusaha mengamankan jasa pembalap yang sudah punya lima gelar juara dunia di berbagai kelas. (Baca Juga: Empat Hal yang Bikin Lorenzo Ngebet Pindah ke Ducati)
Seperti dikutip Marca, Kamis (7/4/2016), Jarvis menilai timnya sudah tentu berharap Lorenzo mau bertahan. Penampilan pembalap asal Spanyol musim lalu jadi pertimbangan utamanya.
"Tentu saja kami tertarik menjaga Lorenzo, tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah menunjukkan dirinya pembalap tercepat. Sebelumnya dipegang Marc Marquez, tapi ia bisa melewatinya," ucap Jarvis.
"Tahun lalu meski Rossi memimpin balapan hingga akhir, Lorenzo tetaplah pembalap tercepat di trek. Kami sudah bekerja sama dengannya selama delapan tahun dan itu jadi sangat hebat bisa bekerja dengan orang yang sama dalam waktu lama. Jadi, mengapa kami meninggalkannya?" tegasnya.
Namun demikian, Jarvis tak menutup kemungkinan jika peluang hengkang Lorenzo juga cukup besar. Untuk itu, ia punya rencana soal bagaimana memperlakukan pembalapnya musim ini jika memutuskan hengkang. "Jika dia pergi, kami akan memperlakukannya secara optimal sampai balapan terakhir," katanya singkat.
Sejauh ini, beredar kabar Yamaha sudah mendekati Maverick Vinales. Pembalap belia Suzuki itu digadang-gadang jadi Plan B Yamaha musim depan untuk diduetkan dengan Valentino Rossi.
Lorenzo sendiri belum mau menandatangani kontrak Yamaha hingga saat ini. Hal itu membuat Ducati bergerak cepat dengan berusaha mengamankan jasa pembalap yang sudah punya lima gelar juara dunia di berbagai kelas. (Baca Juga: Empat Hal yang Bikin Lorenzo Ngebet Pindah ke Ducati)
(bbk)