Tiga Legiun Impor Ini Jadi Korban Keganasan ISC A
Kamis, 12 Mei 2016 - 16:13 WIB
Tiga Legiun Impor Ini Jadi Korban Keganasan ISC A
A
A
A
LAMONGAN - Tiga pemain asing menjadi korban kerasnya Indonesia Soccer Championship (ISC) A yang baru memainkan dua laga. Mereka adalah Mohamad Kdouh dari Persela Lamongan, Jeong Kwang Sik (Madura United), serta Shane Malcolm (Bhayangkara Surabaya United).
Dengan alasan teknis, tiga pemain tersebut dianggap kurang optimal dalam menjalankan strategi pelatih. Mohamad Kdouh misalnya, pemain ini sebenarnya pilihan langsung Pelatih Persela Stefan Hansson dan tidak lama menjalani seleksi.
Walau begitu, ternyata kepercayaan pelatih tidak dibayar dengan performa memuaskan dan akhirnya Laskar Joko Tingkir melepas dia. Alasan yang sama juga dilontarkan Madura United dalam melepas gelandang Korea Selatan Jeong Kwang Sik.
Alih-alih ingin mendapatkan suntikan kekuatan dari tenaga asing, justru lini tengah Madura United stagnan. "Dia kurang memuaskan secara permainan. Jadi keputusan terbaik adalah melepas dia dan mencari yang lebih baik," ungkap Achsanul Qosasi, CEO Madura United.
Bahkan Madura United juga berpotensi kehilangan pemain lainnya yakni Toni Mossi Espinosa jika tak bisa menyelesaikan persoalan administrasi. Langkah membuang pemain juga diikuti Bhayangkara Surabaya United (BSU).
Pemain yang menjadi korban pemecatan adalah Shane Malcolm, striker asal Guam yang tak kunjung menjanjikan bersama The Great Alligator. Kepastian dilepasnya Malcom diutarakan Media Officer BSU Eko Yudiono.
"Pelatih sudah berdiskusi dengan manajemen terkait kinerja pemain asing. Hasilnya, Shane Malcolm dinilai tak memberikan kontribusi berarti untuk tim, sehingga kami melepasnya," jelas Eko, Kamis (12/5).
Tapi Malcolm tidak akan menganggur. Sebab Persela Lamongan kepincut merekrutnya dan bahkan sudah didaftarkan ke operator kompetisi. Pantas ditunggu, bagaimana tim-tim tersebut akan menambah amunisi anyar sebagai pengganti, dengan waktu yang semakin mepet.
Dengan alasan teknis, tiga pemain tersebut dianggap kurang optimal dalam menjalankan strategi pelatih. Mohamad Kdouh misalnya, pemain ini sebenarnya pilihan langsung Pelatih Persela Stefan Hansson dan tidak lama menjalani seleksi.
Walau begitu, ternyata kepercayaan pelatih tidak dibayar dengan performa memuaskan dan akhirnya Laskar Joko Tingkir melepas dia. Alasan yang sama juga dilontarkan Madura United dalam melepas gelandang Korea Selatan Jeong Kwang Sik.
Alih-alih ingin mendapatkan suntikan kekuatan dari tenaga asing, justru lini tengah Madura United stagnan. "Dia kurang memuaskan secara permainan. Jadi keputusan terbaik adalah melepas dia dan mencari yang lebih baik," ungkap Achsanul Qosasi, CEO Madura United.
Bahkan Madura United juga berpotensi kehilangan pemain lainnya yakni Toni Mossi Espinosa jika tak bisa menyelesaikan persoalan administrasi. Langkah membuang pemain juga diikuti Bhayangkara Surabaya United (BSU).
Pemain yang menjadi korban pemecatan adalah Shane Malcolm, striker asal Guam yang tak kunjung menjanjikan bersama The Great Alligator. Kepastian dilepasnya Malcom diutarakan Media Officer BSU Eko Yudiono.
"Pelatih sudah berdiskusi dengan manajemen terkait kinerja pemain asing. Hasilnya, Shane Malcolm dinilai tak memberikan kontribusi berarti untuk tim, sehingga kami melepasnya," jelas Eko, Kamis (12/5).
Tapi Malcolm tidak akan menganggur. Sebab Persela Lamongan kepincut merekrutnya dan bahkan sudah didaftarkan ke operator kompetisi. Pantas ditunggu, bagaimana tim-tim tersebut akan menambah amunisi anyar sebagai pengganti, dengan waktu yang semakin mepet.
(aww)