Kutukan Klopp Bikin Liverpool Terancam Gagal Juarai Liga Europa
Selasa, 17 Mei 2016 - 16:31 WIB
Kutukan Klopp Bikin Liverpool Terancam Gagal Juarai Liga Europa
A
A
A
LIVERPOOL - Liverpool terancam gagal memenangi Liga Europa. Kutukan Juergen Klopp ketika menghadapi final membuat The Reds berpotensi kalah dari Sevilla saat partai puncak di Swiss.
Klopp berhasil membawa Liverpool menembus final Liga Europa. Ini membuat Jordan Henderson dkk masih bisa meraih gelar pada musim ini, dan sekaligus merebut tiket Liga Champions. Ini sangat menguntungkan mengingat Liverpool terdampar di posisi delapan klasemen akhir Liga Inggris.
Kemenangan di St. Jakob-Park, Basel, Kamis (19/5/2016), bakal berujung gelar keempat Liverpool di Liga Europa, setelah 1972/1973, 1975/1976, 2000/2001. Mereka juga bisa menemani Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Manchester City (Man City) yang akan tampil di kompetisi tertinggi Benua Biru.
“Menjaga konsentrasi merupakan bagian dari persiapan. Saya tahu seluruh pemain sudah tidak sabar melakoni laga itu dan berharap menang. Karena itu, kami harus percaya 100% dengan kemampuan sendiri,” ucap Klopp, dilaman resmi Liverpool.
Namun, ada hal yang dapat merusak misi Liverpool, yakni kutukan Klopp di final. Pelatih asal Jerman itu sudah lima kali menjalani final di semua kompetisi. Itu gabungan ketika masih melatih Borussia Dortmund dan bersama Liverpool. Hasilnya, adalah satu menang dan empat kalah.
Final perdana Klopp terjadi pada 2012 dan berakhir manis. Dia berhasil membantu Dortmund mengalahkan Bayern Muenchen 5-2 saat final DFB-Pokal. Tapi, setelah itu dia tidak pernah lagi berjaya.
Klopp sempat merasakan final Liga Champions pada 2013. Tapi, tumbang 1-2 dari Bayern. Dia bersua lagi dengan FC Hollywoods waktu final DFB-Pokal 2014. Sialnya, dia harus menyerah 0-2.
Pada 2015, Klopp lagi-lagi membawa Dortmund ke final DFB-Pokal dan jumpa Wolfsburg. Namun, Dortmund kalah 1-3. Lalu yang terbaru waktu final Piala Liga Inggris 2016 bersama Liverpool. Diharapkan bisa menundukan Manchester City (Man City), klub asal Merseyside itu takluk 1-3 (1-1) saat adu pinalti.
Melihat tradisi itu, besar kemungkinan Klopp kembali gagal. Terlebih Sevilla merupakan juara bertahan dan punya catatan bagus di final Liga Europa. Sevilla sudah empat kali ke final dan selalu menang.
Klopp berhasil membawa Liverpool menembus final Liga Europa. Ini membuat Jordan Henderson dkk masih bisa meraih gelar pada musim ini, dan sekaligus merebut tiket Liga Champions. Ini sangat menguntungkan mengingat Liverpool terdampar di posisi delapan klasemen akhir Liga Inggris.
Kemenangan di St. Jakob-Park, Basel, Kamis (19/5/2016), bakal berujung gelar keempat Liverpool di Liga Europa, setelah 1972/1973, 1975/1976, 2000/2001. Mereka juga bisa menemani Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Manchester City (Man City) yang akan tampil di kompetisi tertinggi Benua Biru.
“Menjaga konsentrasi merupakan bagian dari persiapan. Saya tahu seluruh pemain sudah tidak sabar melakoni laga itu dan berharap menang. Karena itu, kami harus percaya 100% dengan kemampuan sendiri,” ucap Klopp, dilaman resmi Liverpool.
Namun, ada hal yang dapat merusak misi Liverpool, yakni kutukan Klopp di final. Pelatih asal Jerman itu sudah lima kali menjalani final di semua kompetisi. Itu gabungan ketika masih melatih Borussia Dortmund dan bersama Liverpool. Hasilnya, adalah satu menang dan empat kalah.
Final perdana Klopp terjadi pada 2012 dan berakhir manis. Dia berhasil membantu Dortmund mengalahkan Bayern Muenchen 5-2 saat final DFB-Pokal. Tapi, setelah itu dia tidak pernah lagi berjaya.
Klopp sempat merasakan final Liga Champions pada 2013. Tapi, tumbang 1-2 dari Bayern. Dia bersua lagi dengan FC Hollywoods waktu final DFB-Pokal 2014. Sialnya, dia harus menyerah 0-2.
Pada 2015, Klopp lagi-lagi membawa Dortmund ke final DFB-Pokal dan jumpa Wolfsburg. Namun, Dortmund kalah 1-3. Lalu yang terbaru waktu final Piala Liga Inggris 2016 bersama Liverpool. Diharapkan bisa menundukan Manchester City (Man City), klub asal Merseyside itu takluk 1-3 (1-1) saat adu pinalti.
Melihat tradisi itu, besar kemungkinan Klopp kembali gagal. Terlebih Sevilla merupakan juara bertahan dan punya catatan bagus di final Liga Europa. Sevilla sudah empat kali ke final dan selalu menang.
(mir)