Dani Pedrosa Merasa Dikhianati Cuaca

Selasa, 28 Juni 2016 - 15:00 WIB
Dani Pedrosa Merasa...
Dani Pedrosa Merasa Dikhianati Cuaca
A A A
ASSEN - Pengalaman pahit saat mengikuti GP Belanda masih membekas di benak Dani Pedrosa. Pembalap Repsol Honda asal Spanyol itu mengklaim hasil akhir seharusnya berbeda dari kenyataan.

Pedrosa belum bisa menerima pencapaiannya di TT Circuit Assen. Sebab, apa yang dialaminya sejak datang di Negeri Kincir Angin hingga balapan selesai, tidak sesuai dengan harapan.

Sirkuit Assen seperti tidak menerima kedatangan Pedrosa. Padahal, pembalap berusia 30 tahun itu sempat punya catatan bagus. Dia pernah lima kali masuk podium selama mengarungi MotoGP. Tapi, kali ini malah berujung nestapa.

Pedrosa tidak bisa bersinar saat kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi 15. Beruntung, turunnya hujan sebelum lomba memberinya sedikit keuntungan. Sebab, itu membuat kondisi lintasan jadi menyulitkan bagi pembalap lain.

Sayang, senyum Pedrosa tidak berlangsung lama karena trek yang basah mulai mengering sebelum balapan selesai. Imbasnya, Pedrosa kesulitan mengendalikan tunggangannya yang membuatnya tercecer ke posisi 10.

Tapi, hujan turun lagi yang membuatnya kembali diuntungkan. Pedrosa memanfaatkan peluang itu dengan memacu motornya dan sempat naik ke urutan lima. Tapi, bendera merah berkibar. Balapan harus dihentikan karena hujan terlalu lebat. Imbasnya, Pedrosa batal masuk tiga besar lantaran finish di urutan 12.

“Saya bisa memacu kendaraan sementara yang lainnya kurang diuntungkan. Itu berakhir ketika Race Direction memutuskan menghentikan balapan. Saya merasa sial. Sebab, ternyata berpikir terlalu jauh ke depan atau memikirkan strategi lain ternyata tidak membantu,” gerutu Pedrosa, dilansir motogp.

Pedrosa mengaku merasa dikhianati oleh cuaca. Soalnya, dia sempat mendapat asa lagi setelah mengalami masalah di lap pertama. Rekan setim Marc marquez itu tahu apapun bisa terjadi kalau balapan di lintasan basah. Tapi, determinasinya hanya berbuah posisi 12. Hasil yang jauh dari harapan semula.

“Balapan seperti itu ibarat bermain lotere. Pada awalnya, strategi menggunakan ban lembut punya potensi bagus. Tapi, ketika lintasan mulai mengering, saya justru melambat. Ini balapan yang sulit. Kami akan mencoba menemukan solusi terbaik pada balapan berikutnya,” pungkas Pedrosa.
(mir)
Berita Terkait
KTM Butuh Penguji, Dani...
KTM Butuh Penguji, Dani Pedrosa Batal Tampil di MotoGP San Marino 2021
Berkat Pedrosa, Tim...
Berkat Pedrosa, Tim KTM Banyak Alami Kemajuan
Dani Pedrosa Pertimbangkan...
Dani Pedrosa Pertimbangkan untuk Kembali Ngaspal
MotoGP 2021: Tim KTM...
MotoGP 2021: Tim KTM Belum Putuskan Pedrosa Tampil di Misano
Kangen Lintasan MotoGp,...
Kangen Lintasan MotoGp, Pedrosa Pertimbangkan Balapan Lagi
Terungkap, Alasan Dani...
Terungkap, Alasan Dani Pedrosa 2 Kali Ambil Wildcard di MotoGP 2023
Berita Terkini
Atlet Berkuda Narantraya...
Atlet Berkuda Narantraya Jeihan Widjaya Naik Podium, Sabet Posisi Tiga Djiugo Next Adventure 2026
1 jam yang lalu
FIFA Terpaksa Langgar...
FIFA Terpaksa Langgar Aturan Sendiri Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Argentina vs Inggris
1 jam yang lalu
Team INKAI Raih 7 Emas...
Team INKAI Raih 7 Emas di Kejuaraan Dunia SEAKF Vietnam 2026
1 jam yang lalu
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
6 jam yang lalu
FIFA Setujui Permintaan...
FIFA Setujui Permintaan Khusus ArgentinaPakai Jersey Biru Tua Saat Lawan Inggris
6 jam yang lalu
Kilas Balik Piala Dunia:...
Kilas Balik Piala Dunia: Prancis Permalukan Spanyol 3-1
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Merasa Haus...
Waspada! Merasa Haus Terus-menerus Bisa jadi Gejala Penyakit Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved