Pembalap Satelit Yamaha Kesal Dibedakan dengan Rossi-Lorenzo
Minggu, 21 Agustus 2016 - 18:49 WIB
Pembalap Satelit Yamaha Kesal Dibedakan dengan Rossi-Lorenzo
A
A
A
BRNO - Bradley Smith beberkan kelemahan Monster Yamaha Tech3 di musim 2016. Pembalap Inggris yang musim depan hijrah ke KTM, menilai salah satu penyebab jebloknya tim satelit Yamaha itu karena tidak mencoba gunakan mesin pabrikan.
Monster Yamaha Tech3 musim ini masih mengandalkan dua pembalap muda, Smith serta Pol Espargaro. Sayang, hasil hingga pertengahan musim menunjukkan tim polesan Herve Poncharal mengalami penurunan performa.
Hingga seri ke-10 di Austria kemarin, Monster Yamaha Tech3 berada di bawah Suzuki dalam klasemen konstruktor. Padahal, musim lalu mereka bisa finis di peringkat empat, sau tingkat di atas tim pabrikan asal Jepang.
Tak ayal, kondisi demikian membuat pembalapnya gerah. Setelah Smith memutuskan cabut ke KTM, Espargaro menyusul rekannya gabung ke tim asal Austria, yang bakal jadi tim baru di sirkus MotoGP 2017.
"Saya cuma fokus menatap masa depan. Setidaknya saya tahu saya bisa mengubah situasi," ungkap Smith kepada motorsport jelang tampil di Grand Prix Republik Ceko Minggu (21/8/2016).
"Saya tahu saya akan punya sumber daya yang akan membuat hidup sedikit tertahankan. Semua orang berpikir ke satu arah. Tidak ada yang coba memperlambat anda,"
"Tapi pada akhirnya, tim menggunakan material lama yang tidak pernah dirancang untuk sukses. Saya kira dalam hal seluruh paket (motor). Itulah yang anda tunggangi," jelasnya.
Lebih lanjut, Smith menilai satu-satunya cara memperbaiki catatan waktunya adalah menggunakan mesin yang sama dengan Valentino Rossi serta Jorge Lorenzo. "Saya tiak pernah tahu perbedaannya sebab tidak pernah punya kesempatan mengendarai motor pabrikan," keluhnya.
"Saya sudah bilang di musim pertama saya (2013) kalau motor saya cuma 0,2 detik dari motor pabrikan. Saya dapatkan itu dan akhirnya bisa lebih cepat,"
"Anda tak pernah tahu sampai anda naik motor, dan merasakan ada sesuatu yang beda. Saya tak pernah tahu jawabannya, di mana hal itu kini jadi hal yang bagus (bisa pindah ke KTM)," tandasnya.
Monster Yamaha Tech3 musim ini masih mengandalkan dua pembalap muda, Smith serta Pol Espargaro. Sayang, hasil hingga pertengahan musim menunjukkan tim polesan Herve Poncharal mengalami penurunan performa.
Hingga seri ke-10 di Austria kemarin, Monster Yamaha Tech3 berada di bawah Suzuki dalam klasemen konstruktor. Padahal, musim lalu mereka bisa finis di peringkat empat, sau tingkat di atas tim pabrikan asal Jepang.
Tak ayal, kondisi demikian membuat pembalapnya gerah. Setelah Smith memutuskan cabut ke KTM, Espargaro menyusul rekannya gabung ke tim asal Austria, yang bakal jadi tim baru di sirkus MotoGP 2017.
"Saya cuma fokus menatap masa depan. Setidaknya saya tahu saya bisa mengubah situasi," ungkap Smith kepada motorsport jelang tampil di Grand Prix Republik Ceko Minggu (21/8/2016).
"Saya tahu saya akan punya sumber daya yang akan membuat hidup sedikit tertahankan. Semua orang berpikir ke satu arah. Tidak ada yang coba memperlambat anda,"
"Tapi pada akhirnya, tim menggunakan material lama yang tidak pernah dirancang untuk sukses. Saya kira dalam hal seluruh paket (motor). Itulah yang anda tunggangi," jelasnya.
Lebih lanjut, Smith menilai satu-satunya cara memperbaiki catatan waktunya adalah menggunakan mesin yang sama dengan Valentino Rossi serta Jorge Lorenzo. "Saya tiak pernah tahu perbedaannya sebab tidak pernah punya kesempatan mengendarai motor pabrikan," keluhnya.
"Saya sudah bilang di musim pertama saya (2013) kalau motor saya cuma 0,2 detik dari motor pabrikan. Saya dapatkan itu dan akhirnya bisa lebih cepat,"
"Anda tak pernah tahu sampai anda naik motor, dan merasakan ada sesuatu yang beda. Saya tak pernah tahu jawabannya, di mana hal itu kini jadi hal yang bagus (bisa pindah ke KTM)," tandasnya.
(sha)