Analisis Carlo Pernat, Sebab Merosotnya Lorenzo dan Marquez vs Rossi

Jum'at, 26 Agustus 2016 - 07:01 WIB
Analisis Carlo Pernat,...
Analisis Carlo Pernat, Sebab Merosotnya Lorenzo dan Marquez vs Rossi
A A A
BRNO - Menanggapi kabar terakhir dari Kejuaraan Dunia Balap Motor (MotoGP) 2016 yang memunculkan banyak rekor. Carlo Pernat, manajer rider tim Ducati Andrea ‘The Maniac’ Iannone mengutarakan pendapatnya dalam sebuah blog di situs GPOne.

Dia mengibaratkan sebuah keindahan, menegangkan, tapi sejujurnya merasa bahwa kondisi ketahanan produk ban baru dari Michelin masih belum oke dan malah justru membuat para pembalap menahan diri untuk memacu motornya dengan alasan keamanan.

Tentu tidak dapat diterima melihat seorang Andrea Iannone dan sejumlah pembalap lainnya dengan hebat mengendarai motornya selama 15 lap terakhir dengan kondisi ban depan yang terdegradasi di GP Brno akhir pekan lalu.

Pernat mengatakan finis The Maniac di posisi ketujuh pada balapan tersebut dibarengi pula dengan mukjizat.
Memang, pemandangan dari persaingan beberapa seri terakhir membuat penonton bersenang-senang. Tengok saja hasilnya, ada 6 rider berbeda yang jadi juara. Dan ini benar-benar tidak disangka dan tidak diduga, apalagi kalau balapannya dinyatakan dalam kondisi basah.

GP Brno juga akan diingat khususnya untuk olah ragawan Inggris yang tidak pernah memenangkan balapan kelas bergengsi lagi sejak tahun 1981. Atau sejak 35 tahun yang lalu di mana saat itu Barry Sheene merupakan seorang idola bagi siapapun dan orang yang punya talenta serta simpatik, yang mana sangat mirip dengan pemenang kemarin, Cal Crutchlow.

Sedangkan Marc Marquez kini diibaratkan sebagai seorang akuntan, seorang pembalap yang mengelola keunggulan poin kejuaraannya dengan kemampuan taktis di lintasan. Meski tampak dia terlihat menahan skill maksimalnya, apalagi saat balapan basah.

Namun kejatuhannya musim lalu, telah menuntunnya untuk menerangi perjuangannya dengan sebuah bohlam lampu yang boleh dibilang hampir pasti memenangkan Kejuaraan Dunia 2016.

Lalu Valentino Rossi, masih menempatkan semua kemarahan ditangannya, walau dia masih merupakan seorang master untuk urusan taktik saat balapan. Pun dengan menghemat ban di awal lomba dan mampu finis di depan Marquez di Brno.

The Doctor memang telah melewati perolehan poin Jorge Lorenzo. Namun selisih 55 poin dari 7 balapan hingga akhir, tampak bakal sulit buat dipangkas.

Nah bagi Lorenzo, kebekuannya dalam balapan basah seakan memberi suatu pertanda kalau kinerja pikirannya bukanlah seperti musim lalu, seorang kaliber juara dunia.

Apakah Anda berpikir bahwa dalam tiga balapan basah terakhir, yakni GP Belanda, GP Jerman dan GP Republik Ceko, Lorenzo hanya bisa memperoleh 7 poin dengan salah satunya finis di urutan ke-15 dan pekan lalu di over lap para pembalap terdepan?

Pernat yang juga mantan manajer Loris Capirossi, berpikir bahwa sebagian besar dari semua yang terjadi belakangan ini pada Porfuera, adalah karena sebuah fakta.

Ya, fakta itu adalah bahwa Lorenzo telah menandatangani kontrak kerja buat dua musim ke berikutnya dengan Ducati!
Selama ini, dia berusaha meyakinkan para mekanik Yamaha untuk mengikutinya buat hijrah bersamanya ke pabrikan Italia tersebut setelah tujuh tahun bersama.

Lorenzo pasti memiliki sebuah ikatan dan implikasi secara psikologis dengan pabrikan asal Iwata itu serta para mekaniknya. Dan akhir musim ini dia harus berpisah dengan orang-orang tersebut yang telah membantunya meraih tiga gelar juara dunia MotoGP, bukan sebuah prestasi yang main-main dan menjadikannya sebagai pembalap Spanyol pertama yang mencapai rekor itu.

Ditambah dia saat ini sedang berada pada titik berpikir bahwa musim depan dia harus beradaptasi dengan motor baru, orang-orang baru, dan kepala mekanik baru, Cristian Gabbarini yang notabene pernah meraih sukses bersama Casey Stoner di Ducati dan Honda.

Bagaimana dengan semua fakta dan analisis dari Pernat tadi? Apakah Anda setuju atau punya argumentasi lain?
(sbn)
Berita Terkait
Ayah Lorenzo Ungkit...
Ayah Lorenzo Ungkit Dosa Marquez di Sepang dan Aragon
Jorge Lorenzo: Pedro...
Jorge Lorenzo: Pedro Acosta Ditakdirkan Jadi Juara Dunia MotoGP
Berkat 4 Pembalap Ini...
Berkat 4 Pembalap Ini Popularitas Rossi Melejit di MotoGP, Rossi: Terima Kasih
Lorenzo Ramal Valentino...
Lorenzo Ramal Valentino Rossi Tahun Depan Belum Pensiun
Ayah Lorenzo Berharap...
Ayah Lorenzo Berharap MotoGP Tak Kehilangan Juara Sejati
Lorenzo Geregetan Menanti...
Lorenzo Geregetan Menanti Kesepakatan Rossi Gabung Petronas STR
Berita Terkini
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
4 jam yang lalu
10 Pesepak Bola Terkaya...
10 Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
4 jam yang lalu
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
4 jam yang lalu
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
WasitResmi Piala Dunia...
WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved