Malas Dengar Ocehan Lorenzo, Rossi: Lebih Baik Pikirkan Balapan Selanjutnya
Selasa, 13 September 2016 - 10:57 WIB
Malas Dengar Ocehan Lorenzo, Rossi: Lebih Baik Pikirkan Balapan Selanjutnya
A
A
A
MISANO - Valentino Rossi menegaskan tidak akan memusingkan komentar Jorge Lorenzo yang menilai gaya balapannya di Sirkuit Misano, Minggu (11/9/2016) kemarin terlalu agresif. Kendati sempat kesal disebut sebagai pembalap 'kotor', joki asal Italia memilih fokus pada balapan selanjutnya.
Sebelumnya Rossi dan Lorenzo terlibat perang argumen di sesi konferensi pers setelah race Grand Prix San Marino berlangsung. Dua pembalap Movistar Yamaha berdebat di depan awak media setelah Lorenzo mengklaim gaya balap rekannya berbahaya.
Komentar Lorenzo merujuk pada aksi overtake Rossi di lap kedua tikungan ke-14 Sirkuit Misano. Ketika itu Rossi mengambil alih pimpinan balapan setelah menyalip rekannya dalam situasi yang cukup sulit. Di akhir race, Rossi dan Lorenzo nyatanya harus puas mendapat podium dua dan tiga setelah kalah dari Dani Pedrosa yang tampil gemilang.
Setelah sempat kesal disebut pembalap 'kotor', Rossi mengatakan tidak ingin terlarut dengan kontroversi yang dilontarkan Lorenzo. The Doctor memilih mempersiapkan diri menatap balapan selanjutnya di Aragon, Spanyol, 25 September mendatang. (Baca Juga: Dikecam Lorenzo Sebagai Pembalap Kotor, Ini Balasan dari Rossi)
"Cuma buang-buang waktu memikirkan kontroversi tersebut. Saya lebih tertarik berkonsentrasi pada balapan selanjutnya," ujar Rossi seperti dilansir dari laman Sportfair.it, Selasa (13/9/2016).
Rossi mengatakan, hasil di Misano tetaplah lebih penting ketimbang mendengarkan kritikan Lorenzo. Bisa terus memangkas selisih poinnya dengan Marc Marquez sudah cukup memuaskannya.
"Saya bisa tidur nyenyak. Saya tahu apa yang mesti saya lakukan. Secara umum dari persaingan di klasemen itu berjalan baik. Saya bisa memangkas poin dengan Marquez, dan menjauhkan keunggulan saya dari Lorenzo,"
"Kemarin adalah balapan keempat saya bisa finis di atas Marquez dan memperbaiki poin saya. Tidak banyak memang, tapi bisa unggul atas juara sepertinya selalu memberikan kepuasan. Masih ada 43 poin dan lima race lagi. Di Belanda terlalu buruk dan saya kurang beruntung di Mugello. Saya tidak akan menyerah," tutup pembalap berusia 37 tahun. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
Sebelumnya Rossi dan Lorenzo terlibat perang argumen di sesi konferensi pers setelah race Grand Prix San Marino berlangsung. Dua pembalap Movistar Yamaha berdebat di depan awak media setelah Lorenzo mengklaim gaya balap rekannya berbahaya.
Komentar Lorenzo merujuk pada aksi overtake Rossi di lap kedua tikungan ke-14 Sirkuit Misano. Ketika itu Rossi mengambil alih pimpinan balapan setelah menyalip rekannya dalam situasi yang cukup sulit. Di akhir race, Rossi dan Lorenzo nyatanya harus puas mendapat podium dua dan tiga setelah kalah dari Dani Pedrosa yang tampil gemilang.
Setelah sempat kesal disebut pembalap 'kotor', Rossi mengatakan tidak ingin terlarut dengan kontroversi yang dilontarkan Lorenzo. The Doctor memilih mempersiapkan diri menatap balapan selanjutnya di Aragon, Spanyol, 25 September mendatang. (Baca Juga: Dikecam Lorenzo Sebagai Pembalap Kotor, Ini Balasan dari Rossi)
"Cuma buang-buang waktu memikirkan kontroversi tersebut. Saya lebih tertarik berkonsentrasi pada balapan selanjutnya," ujar Rossi seperti dilansir dari laman Sportfair.it, Selasa (13/9/2016).
Rossi mengatakan, hasil di Misano tetaplah lebih penting ketimbang mendengarkan kritikan Lorenzo. Bisa terus memangkas selisih poinnya dengan Marc Marquez sudah cukup memuaskannya.
"Saya bisa tidur nyenyak. Saya tahu apa yang mesti saya lakukan. Secara umum dari persaingan di klasemen itu berjalan baik. Saya bisa memangkas poin dengan Marquez, dan menjauhkan keunggulan saya dari Lorenzo,"
"Kemarin adalah balapan keempat saya bisa finis di atas Marquez dan memperbaiki poin saya. Tidak banyak memang, tapi bisa unggul atas juara sepertinya selalu memberikan kepuasan. Masih ada 43 poin dan lima race lagi. Di Belanda terlalu buruk dan saya kurang beruntung di Mugello. Saya tidak akan menyerah," tutup pembalap berusia 37 tahun. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
(bep)