Ketua Kontingen DKI Ngomel-ngomel Atletnya Dilarang Tampil Pada Cabor Renang Indah

Jum'at, 23 September 2016 - 14:24 WIB
Ketua Kontingen DKI...
Ketua Kontingen DKI Ngomel-ngomel Atletnya Dilarang Tampil Pada Cabor Renang Indah
A A A
BANDUNG - DKI Jakarta tidak bisa menurunkan atletnya, Adelia Amanda Nirwala di cabang olahraga renang indah PON XIX/2016. Adelia tak bisa tampil sebab usianya sudah melebihi ketetapan yang telah disusun Pengurus Besar PON.

Usia maksimal atlet di cabang olahraga (cabor) renang indah adalah 26 tahun. Sementara umur Adelia sudah 28 tahun. Menurut Ketua Kontingen DKI, Djamhuron P Wibowo hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan dari Persaturan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia menyesalkan adanya aturan baru yang membuat atletnya tidak bisa bertanding.

"Amat sangat merugikan kita. Kita sudah membina (atlet) selama sekian tahun. Tiga tahun kita bina semuanya, dari babak kualifikasi semua ikut, pada saat klimaksnya dipotong begitu saja, tidak diizinkan (bertanding)," ucapnya kesal.

Sebegai bentuk kekecewaan, DKI memilih walk out atau keluar dari persaingan. Djamhuron heran dengan aturan yang berlaku saat pelaksanaan pertandingan. Padahal selama babak kualifikasi, aturan itu tidak ada sama sekali. Atletnya pun melenggang mulus mengikuti fase kualifikasi. Tapi di detik akhir justru atletnya tidak bisa tampil dengan alasan adanya pembatasan usia dalam technical hand book (THB). Apalagi aturan seperti itu juga tidak ada di federasi renang dunia atau FINA.

"Seharusnya jika memang ada pembatasan usia, hal itu diberlakukan sejak awal. Sehingga atletnya tidak bisa ikut sejak babak kualifikasi. Sementara yang terjadi, atletnya lolos di babak kualifikasi tapi tidak bisa bermain dalam pertandingan sesungguhnya," kata Djamhuron.

"Dari awal harusnya seperti itu. Ini sudah lolos kualifikasi, ujug-ujug muncul THB baru yang tidak dimusyawarahkan atau tidak ada persetujuan dari PB PRSI. Berarti ini ilegal. Lewat mana dia (panitia) mengeluarkan aturan (pembatasan usia) itu? Ini amat sangat mencederai mental atlet, dan pembinaan ke depan seperti apa saya tidak tahu jadinya," tegas Djamhuron.

Tak hanya itu, ia juga mengkritik sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam PON. Khususnya perangkat pertandingan, ia berharap SDM yang dipekerjakan lebih berkualitas dan profesional.

"Dalam menempatkan SDM pada posisi-posisi tertentu itu yang perlu ditingkatkan agar lebih profesional lagi, tidak ada keberpihakan, tidak ada kedaerahan, tapi kita menjunjung untuk olahraga yang lebih bagus. Saya minta untuk SDM harus ditingkatkan lagi. Jangan sampai pemilihan wasit, juri menggunakan sertifikat yang tidak up to date," tegasnya.
(bep)
Berita Terkait
Dua Finalis PON XIX...
Dua Finalis PON XIX Jawa Barat dan Maluku Utara Bertemu di Group B
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Memalukan! Muktamar...
Memalukan! Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari Ricuh
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
2 Partai Tinju Internasional...
2 Partai Tinju Internasional Guncang Bali Big Fight XIX
Berita Terkini
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
47 menit yang lalu
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
1 jam yang lalu
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
1 jam yang lalu
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
2 jam yang lalu
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
6 jam yang lalu
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
8 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved