Walau Hanya Dapat Dana Separuh, Bukan Halangan Untuk Raih Emas

Jum'at, 23 September 2016 - 21:24 WIB
Walau Hanya Dapat Dana...
Walau Hanya Dapat Dana Separuh, Bukan Halangan Untuk Raih Emas
A A A
BANDUNG - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah satu emas PON XIX 2016 Jawa Barat dari cabang panahan. Okka Bagus Subekti berdiri di podium pertama setelah jadi yang terbaik di kategori Total Jarak Nasional Putra.

Tampil di Lapangan Panahan Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Jum'at (23/9/2016), Okka berhasil mengalahkan pesaing utamanya Fadli (Kalimantan Timur) dan M Fadhil (Riau) di babak final.

Okka jadi juara setelah mengumpulkan total 989 poin, yaitu 344 poin di jarak 30 m, dan 327 poin di jarak 40 m, serta 318 poin di jarak 50 m. Sedangkan Fadli dan Fadhil masing-masing meraih 977 dan 967 poin. Alhasil, mereka merebut medali perak dan perunggu.

“Senang sekali dapat medali emas, apalagi belum pernah ikut PON. Nggak bisa berkata-kata, sempat telepon orang tua, beliau senang sekali saya dapat emas. Yang berat tadi (23/9/2016) dengan Kaltim, poinnya selisih sedikit,” ujar Okka kepada Sindonews.

Merki berstatus atlet puslatda mandiri, tidak menghalangi Okka mengukir prestasi. Apalagi, persiapan dan latihan yang dijalani tidak jauh beda dengan atlet puslatda unggulan maupun reguler panahan lainnya.

Cuma dari segi pembiayaan saja tidak sama. Atlet puslatda dan reguler dalam persiapannya menghadapi PON XIX 2016 menerima akomodasi penuh dari KONI DIY. Sedangkan atlet puslatda mandiri hanya mendapat pembiayaan 50% lantaran terbatasnya anggaran.

Okka tetap nekad bertanding meski sebelumnya sempat diberikan pilihan apakah akan ikut atau tidak ke Bandung jika sekirannya tidak mampu membiayai sisa kontribusi keikutsertaan PON.

Rintangan itu justru membuat anak ketiga dari tiga bersaudara ini makin termotivasi meraih prestasi di kancah nasional. Keberanian serta kerja keras pelajar kelahiran Bantul 19 Oktober 1999 itu terbukti membuahkan hasil luar biasa

“Mandiri sama saja dengan reguler (latihannya), untuk pembiayaan tidak ada masalah karena dibantu KONI Bantul, Pengcab dan Pengda. Dulu tahu panahan karena ikut-ikutan dan termotivasi orang tua, biar ada aktivitas. Ternyata sampai sekarang pun tetap senang dengan panahan,” pungkasnya.
(mir)
Berita Terkait
Si Cantik Diananda Choirunisa...
Si Cantik Diananda Choirunisa Sabet Emas di Cabang Panahan PON XX Papua 2021
Babak Kualifikasi Panahan...
Babak Kualifikasi Panahan 70 M Recurve PON Papua
Dua Finalis PON XIX...
Dua Finalis PON XIX Jawa Barat dan Maluku Utara Bertemu di Group B
Indonesia Bawa Pulang...
Indonesia Bawa Pulang Juara Umum Horseback Archery di Rusia
Arsa Wening Arosyad...
Arsa Wening Arosyad Kibarkan Bendera Indonesia di Kejuaraan Panahan Berkuda
Kudus Lahirkan Pahlawan...
Kudus Lahirkan Pahlawan Panahan Baru: Seleknas Tahap 2 Berlangsung Sengit
Berita Terkini
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
52 menit yang lalu
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
1 jam yang lalu
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
2 jam yang lalu
Perjalanan Inggris dan...
Perjalanan Inggris dan Argentina: 13 vs 17 Gol, Siapa yang Menang?
3 jam yang lalu
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
4 jam yang lalu
Sejarah Wonderwall Milik...
Sejarah Wonderwall Milik Oasis Jadi Anthem Suporter Inggris di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Hanya Dapat 50 Rudal...
Hanya Dapat 50 Rudal ATACMS, Zelensky: Kita Akan Kalah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved